
Kerinci (25/5). Suasana Pondok Pesantren Sabilurrosyidin yang merupakan lembaga pendidikan dibawah naungan DPD LDII Kabupaten Kerinci, terlihat lebih sibuk dari biasanya, Rabu (20/5). Bukan karena kegiatan santri keluar pondok, melainkan karena kedatangan tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Jambi.
Kedatangan dua asesor, Fitriza dan Idham Khalik, SE, M.Si, ini dalam rangka visitasi akreditasi. Proses ini merupakan tahapan penting untuk menilai kelayakan dan mutu penyelenggaraan pendidikan di pesantren tersebut. Seluruh elemen pondok, mulai dari pimpinan, dewan guru, staf administrasi, hingga santri, terlibat aktif dalam kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pagi itu.
Pimpinan Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Ahmad Sobri, mengaku bersyukur karena proses visitasi bisa berjalan sesuai rencana. Baginya, akreditasi bukan sekadar mencari nilai, melainkan cermin untuk melihat sejauh mana pesantrennya telah melayani santri dengan baik.

“Kami tidak ingin hanya berhenti menjadi tempat mengaji. Kami ingin pesantren ini terakreditasi dengan baik sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat. Mudah-mudahan hasil visitasi ini menjadi pelecut kami untuk terus membenahi administrasi, kurikulum, dan pembinaan akhlak,” ujar Sobri saat menyampaikan sambutan di hadapan tim asesor.
Tim asesor pun langsung bergerak. Mereka menelusuri setiap sudut pesantren, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, asrama santri, hingga dapur umum. Dokumen administrasi kelembagaan dan kurikulum pembelajaran juga diperiksa secara saksama. Tidak ketinggalan, observasi kegiatan belajar mengajar dan wawancara dengan sejumlah santri serta pengurus pondok dilakukan untuk memastikan kesesuaian data di lapangan.
Salah seorang tim asesor, Fitriza, menyampaikan bahwa visitasi ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi untuk memetakan potensi dan tantangan yang dihadapi pesantren. Ia mengapresiasi kesiapan Pondok Pesantren Sabilurrosyidin dalam menyambut proses akreditasi.

“Kami melihat semangat gotong royong yang kuat di sini. Santri-santrinu juga aktif dan sopan. Yang terpenting, visitasi ini memberi ruang bagi pesantren untuk mendapatkan rekomendasi perbaikan agar ke depan lebih profesional dan unggul,” ujar Fitriza setelah sesi wawancara dengan para guru.
Proses yang berlangsung hampir delapan jam ini ditutup dengan sesi evaluasi dan penyampaian pesan-kesan dari tim asesor. Seluruh peserta tampak lega sekaligus bersemangat. Sebuah doa bersama dipanjatkan, harapannya agar Pondok Pesantren Sabilurrosyidin mampu meraih hasil akreditasi terbaik.
Kegiatan visitasi ini menjadi tonggak penting. Bukan hanya untuk meraih pengakuan resmi, tetapi juga untuk membuktikan bahwa pesantren mampu beradaptasi dengan standar mutu pendidikan nasional tanpa kehilangan jati dirinya sebagai lembaga pembinaan akhlak dan moral.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi