Syukuri Nikmat, Tegakkan Salat, Hindari Riba: Arfiyudi Gugah Kesadaran Warga LDII Pasar Singkut

Sarolangun (9/7). Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sarolangun, Arfiyudi Eka Saputra, S.E., M.E., memberikan tausiah kepada puluhan warga Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Pasar Singkut di Masjid Nurul Ikhsan, Kamis malam (9/7/2026).

Dalam tausiahnya, Arfiyudi mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah Swt., menertibkan salat lima waktu secara berjamaah, serta menjauhi riba dan perbuatan syirik dalam mencari rezeki.

Acara pengajian diawali dengan pembukaan oleh Ustaz Ali Arbai. Ia mengingatkan para peserta untuk menyimak materi tausiah dengan khusyuk dan tidak berbicara sendiri selama ceramah berlangsung.

“Alhamdulillah kita kedatangan pengurus DPD LDII Sarolangun. Mari kita dengarkan dengan baik, jangan mengobrol sendiri, agar kita mendapatkan keberkahan,” ujarnya.

Memasuki inti ceramah, Arfiyudi menyampaikan bahwa nikmat kesehatan dan kelancaran rezeki merupakan anugerah Allah yang wajib disyukuri. Menurutnya, nikmat sehat memiliki nilai yang sangat besar, namun masih banyak orang yang membantah perintah Allah tanpa dasar yang sesuai dengan Al-Qur’an dan hadis.

“Allah memberikan kenikmatan yang sempurna di dalam tubuh kita, termasuk juga rezeki yang lancar. Ini perlu kita syukuri agar nikmat ini semakin bertambah,” ajaknya.

Ia juga mengingatkan agar kesehatan yang diberikan digunakan sebaik mungkin untuk hal-hal yang bermanfaat, bukan untuk kemaksiatan.

Lebih lanjut, Arfiyudi mengimbau seluruh warga LDII Pasar Singkut untuk menjalankan salat lima waktu tepat waktu dan mengutamakan pelaksanaannya secara berjamaah di masjid.

“Salat lima waktu merupakan kewajiban kita bersama. Diutamakan tepat waktu dan dilaksanakan secara berjamaah di masjid karena pahalanya sangat besar,” tegasnya.

Di akhir tausiah, Arfiyudi mengingatkan pentingnya mencari rezeki yang halal serta menjauhi segala bentuk transaksi yang mengandung riba. Ia juga meminta jamaah untuk menghindari praktik syirik yang dapat merugikan diri sendiri di dunia maupun akhirat.

“Kita harus mencari rezeki dengan cara yang halal dan baik. Jauhi transaksi riba karena itu merugikan. Demikian pula dengan segala bentuk kesyirikan, wajib kita hindari bersama,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *