
Muaro Jambi (2/11). Menjalankan amar makruf nahi mungkar atau mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran tidak cukup hanya dengan niat yang baik. Setiap Muslim juga perlu memperhatikan cara menyampaikan nasihat agar tidak melukai perasaan orang lain. Sikap santun, tutur kata yang lembut, dan kebijaksanaan menjadi kunci agar pesan kebaikan dapat diterima dengan baik.
Pesan tersebut disampaikan Dewan Penasihat Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Sungai Gelam, H. Wawan Hermanto, saat memberikan nasihat kepada warga LDII di Masjid Al Manshurin, Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, H. Wawan mengingatkan bahwa setiap Muslim memiliki tanggung jawab untuk mengajak sesama menuju kebaikan. Namun, tanggung jawab itu harus dijalankan dengan cara yang bijak, bukan melalui perkataan kasar, sikap merendahkan, ataupun tindakan yang justru memberatkan orang lain.
“Dalam amar makruf nahi mungkar, setiap Muslim harus bisa menjaga perasaan. Tidak boleh merendahkan, tidak boleh kasar, dan tidak boleh memberatkan,” ujarnya.
Menurutnya, nasihat yang disampaikan dengan cara yang baik akan lebih mudah menyentuh hati dan diterima oleh orang yang mendengarnya. Sebaliknya, penyampaian yang keras dan tidak mempertimbangkan perasaan orang lain berpotensi menimbulkan persoalan baru, bahkan dapat menjauhkan seseorang dari pesan kebaikan yang ingin disampaikan.

Ia kemudian mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam berdakwah, khususnya sebagaimana terkandung dalam Surah An-Nahl ayat 125. Ayat tersebut mengajarkan umat Islam untuk menyeru manusia ke jalan Allah dengan hikmah, pelajaran yang baik, serta berdialog menggunakan cara yang terbaik.
“Yang baik adalah amar makruf nahi mungkar dengan lemah lembut, dengan ucapan yang baik, dan dengan membuka hikmah. Sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 125,” tuturnya.
Selain mengajak warga untuk menjaga kesantunan dalam berdakwah, H. Wawan juga menyampaikan nasihat tentang pentingnya mengingat kematian. Menurutnya, kematian merupakan kepastian yang akan dialami setiap manusia dan menjadi awal perjalanan menuju kehidupan akhirat yang kekal.
“Kematian itu gerbang pertama menuju kehidupan selanjutnya yang abadi di akhirat kelak,” ungkapnya.
Ia mengajak warga agar menjadikan kesadaran tentang kematian sebagai pengingat untuk senantiasa memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Melalui nasihat tersebut, warga LDII diharapkan tidak hanya memiliki semangat dalam mengajak kepada kebaikan, tetapi juga mampu menunjukkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengedepankan kelembutan, kesantunan, dan kebijaksanaan, amar makruf nahi mungkar diharapkan dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus menghadirkan manfaat bagi lingkungan masyarakat.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi