Jarak Bukan Penghalang, LDII Tanjung Jabung Timur Gelar Pengajian Hadits Shahih Muslim Secara Hybrid

Tanjab Timur (31/10). Semangat menuntut ilmu agama tidak mengenal batas geografis. Hal itu ditunjukkan DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan menggelar Pengajian Hadits Shahih Muslim Jilid 1 secara hybrid yang menjangkau warga di tiga titik kecamatan, Jumat (31/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 11.30 WIB tersebut dipusatkan di dua studio utama, yakni Masjid Al-Munshurin, Jalan PetroChina RT 17, Dusun Simpang Pandan, Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, serta Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Berbak.

Pengajian ini diikuti warga LDII dari sejumlah wilayah melalui tiga titik kumpul, yaitu Kecamatan Geragai dan Mendahara, Kecamatan Berbak dan Rantau Rasau, serta Kecamatan Sadu. Pelaksanaan secara hybrid menjadi solusi untuk memperluas jangkauan pembinaan keagamaan tanpa terkendala jarak antarkecamatan.

Dalam kegiatan tersebut, Ustaz Khairul Aswat dan Ustaz Muhammad Arif hadir sebagai pemateri yang menyampaikan kajian mengenai Hadits Shahih Muslim Jilid 1.

Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Suyatno, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi melalui sistem hybrid merupakan bentuk adaptasi dakwah yang efektif, terutama bagi daerah dengan wilayah geografis yang cukup luas seperti Tanjung Jabung Timur.

“Kami sangat bersyukur, pengajian Hadits Shahih Muslim Jilid 1 ini bisa terlaksana dengan sistem hybrid. Jarak antara Geragai, Berbak, sampai Sadu itu jauh. Dengan sistem ini, semangat menuntut ilmu warga tidak terhalang jarak,” ungkap Suyatno.

Ia menjelaskan, Kitab Shahih Muslim merupakan salah satu kitab hadis utama yang menjadi rujukan umat Islam. Melalui kajian tersebut, warga diharapkan dapat memperdalam pemahaman terhadap tuntunan Rasulullah SAW sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“LDII selalu menekankan pentingnya mengaji Al-Qur’an dan Al-Hadis secara manqul dan muttashil. Dengan mengkaji Shahih Muslim, kita diajak untuk memahami bagaimana Rasulullah SAW mencontohkan akhlak, ibadah, dan muamalah dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu harus terus ditingkatkan agar ibadah kita sesuai dengan tuntunan,” jelasnya.

Suyatno juga mengingatkan seluruh warga, terutama generasi muda, agar senantiasa istiqamah mengikuti kegiatan pengajian. Menurutnya, keberhasilan dalam menuntut ilmu tidak hanya diukur dari pengetahuan yang diperoleh, tetapi juga dari kesungguhan dalam mengamalkan dan menyebarkannya kepada keluarga serta lingkungan sekitar.

“Jangan sampai kita semangat di awal saja. Pengajian ini rutin, maka keistiqamahan adalah kunci. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan para pemuda, mari kita niatkan mengaji untuk ibadah karena Allah, bukan karena yang lain. Insyaallah, ilmu yang bermanfaat akan menjadi bekal kita di dunia dan akhirat,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, DPD LDII Kabupaten Tanjung Jabung Timur berharap pembinaan keagamaan dapat terus berjalan secara merata dan berkesinambungan. Pemanfaatan teknologi melalui pengajian hybrid juga diharapkan semakin mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan semangat warga dalam mendalami Al-Qur’an dan Al-Hadis.

Kegiatan berlangsung khidmat dan lancar, kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keselamatan, keberkahan, serta kebaikan bagi seluruh warga LDII di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. (Jka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *