Sehat Santri, Kuat Ibadah: Ponpes Sabilurrosyidin Jalin Kerja Sama dengan Puskesmas Pelompek

Gunung Tujuh (25/5). Suasana kekeluargaan tampak menyelimuti ruang pertemuan Kantor Puskesmas Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci, Senin (25/5). Di tempat itulah, Lembaga Pendidikan yang berada dibawah naungan DPD LDII Kabupaten Kerinci, yakni Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrosyidin secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Puskesmas Pelompek untuk pelayanan kesehatan terpadu bagi para santri dan warga pesantren.

Kerja sama yang digadang sebagai langkah strategis ini bertujuan menghadirkan akses kesehatan yang lebih dekat bagi santri. Tak hanya layanan rutin, kolaborasi ini juga mencakup penyuluhan, pemeriksaan berkala, penanganan darurat, hingga pembinaan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok.

Pimpinan Ponpes Sabilurrosyidin, Ahmad Sobri, mengaku lega dengan adanya perjanjian ini. Menurutnya, kesehatan santri adalah fondasi utama dalam mencetak generasi yang tangguh secara fisik dan spiritual.

“Selama ini, jika ada santri yang sakit, kami kadang kewalahan karena harus membawa ke fasilitas kesehatan yang agak jauh. Kini dengan MoU ini, pelayanan lebih cepat dan terencana. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Puskesmas Pelompek,” ujar Sobri saat memberikan sambutan usai penandatanganan dokumen.

Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Pelompek, Admen Sayuti, SKM, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya akan mengobati saat santri sakit, tetapi juga fokus pada pencegahan. Puskesmas berkomitmen menggelar kegiatan promotif dan edukatif secara rutin.

“Kami ingin mendampingi ponpes membentuk Pos Kesehatan Pesantren atau Poskestren. Ini sejalan dengan upaya kami meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara luas, terutama generasi muda di lingkungan pendidikan berbasis agama,” jelas Admen Sayuti.

Ia menambahkan bahwa program lingkungan pesantren sehat akan menjadi prioritas bersama. Melalui layanan yang terintegrasi, diharapkan santri tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan dan kesehatan.

Acara penandatanganan itu diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto. Seluruh perwakilan dari kedua lembaga tampak antusias. Mereka percaya, sinergi antara dunia pendidikan Islam dan layanan kesehatan publik akan melahirkan ekosistem pesantren yang lebih kuat dan berdaya tahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *