Tim Rukyatul Hilal LDII Jambi Lakukan Pengamatan dari Puncak Gedung, Dukung Penetapan Awal Bulan Hijriah

Jambi (21/11). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jambi kembali melaksanakan pengamatan (rukyat) hilal untuk penentuan awal bulan Jumadil Akhir 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (21/11/2015) tersebut dipusatkan di puncak Gedung Tri Sukses Boarding School, Kota Jambi.

Aksi rukyat ini merupakan implementasi dari surat edaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII Nomor E-188/DPP LDII/XI/2025, yang menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung akurasi kalender Hijriah. Pengamatan hilal merupakan agenda rutin nasional LDII yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Tim pengamat di Jambi di antaranya Qurrota A’yun, Sofyan Hadi Ismanto, dan Rihan Fata Illiyyin. Kehadiran Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Jambi, H. Achiyar Rosidi, S.Sy., turut mendukung kelancaran kegiatan ini.

Ketua DPW LDII Provinsi Jambi, Rahmat Nuruddin, yang dihubungi secara terpisah, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna ganda.

“Sebagai muslim yang taat beribadah, termasuk melaksanakan perintah ulil amri (pemerintah), pengamatan hilal ini juga sebagai kontribusi nyata LDII untuk umat. Pemerintah dan ulama masih berpedoman pada hasil rukyat hilal untuk penentuan awal bulan Hijriah. Di sinilah peran aktif dan data akurat dari LDII menjadi sangat krusial,” jelas Rahmat.

Meski bernilai strategis, pelaksanaan rukyat di Jambi tidak lepas dari tantangan. Kondisi geografis dan atmosfer wilayah yang banyak ditanami kelapa sawit kerap menghalangi pandangan.

Salah satu anggota tim, Qurrota A’yun, yang akrab disapa Yuyun, menjelaskan kendala teknis yang dihadapi. “Pelepasan karbondioksida menjelang malam tiba memang sangat mempengaruhi udara Jambi, sehingga pandangan ke arah ufuk sering terhalang kabut tebal,” tuturnya.

Kabut yang dihasilkan dari proses transpirasi tanaman tersebut menjadi penghalang visual bagi tim dalam mengidentifikasi kemunculan hilal. Kendati peluang melihat hilal sangat kecil, hal itu tidak menyurutkan semangat tim.

“Hal itu tidak mengurangi semangat kami untuk terus melakukan pengamatan. Pengamatan tetap berjalan sebagai sarana melatih keterampilan, semua kami niatkan untuk ibadah,” pungkas Yuyun.

Kegiatan ini menegaskan kontribusi nyata LDII dalam bidang hisab dan rukyat, serta partisipasinya dalam memberikan data observasi yang dapat dipertanggungjawabkan untuk kepentingan penentuan waktu ibadah umat Islam di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *