
Kota Jambi (20/7). DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Jambi menggelar “Workshop Penerapan 29 Karakter Luhur LDII” di Aula Serbaguna PAC LDII Kelurahan Wijayapura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini diikuti para ibu, orang tua, dan pengajar sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter anak yang dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat di lingkungan belajar.
Workshop menghadirkan pegiat pendidikan keluarga Ressy Laila Untari Ningsih sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Ressy menekankan bahwa karakter luhur tidak tumbuh secara instan, melainkan dibentuk melalui keteladanan, pembiasaan, dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
“Anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka dengar. Karena itu, orang tua dan pengajar harus terus belajar agar mampu menjadi teladan yang baik. Workshop ini bukan untuk menciptakan orang tua yang sempurna, tetapi membantu kita menjadi pendamping yang terus bertumbuh bersama anak,” ujar Ressy.

Ia menjelaskan, pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi di masa depan. Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter yang melekat dalam kehidupannya.
Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep 29 Karakter Luhur LDII, yang meliputi nilai-nilai seperti alim, berakhlakul karimah, jujur, amanah, mandiri, rukun, kompak, mampu bekerja sama, bersungguh-sungguh, bersyukur, gemar berdoa, serta berbagai karakter positif lainnya. Seluruh nilai tersebut diarahkan untuk dibangun melalui latihan berulang, keteladanan, dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua DPD LDII Kota Jambi, H. Sukarno, S.IP, mengatakan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan karakter.

“Semoga dengan diadakannya workshop ini, para orang tua semakin mudah mengajari, membimbing, dan mengarahkan anak-anaknya agar tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah. Anak-anak yang memiliki karakter luhur diharapkan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan sekitar, bangsa, dan negara,” kata Sukarno.
Ia menambahkan, keluarga merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas orang tua dan pendidik menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia sekaligus memiliki kepedulian sosial.
Sementara itu, salah seorang peserta, Miema Atna, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari materi yang disampaikan.

“Kegiatan ini sangat membantu saya sebagai orang tua untuk mengajari sekaligus menerapkan karakter luhur kepada anak dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Materinya mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan dalam mendampingi anak,” ungkapnya.
Ressy Laila Untari Ningsih sendiri dikenal sebagai pegiat pendidikan keluarga, penulis, dan praktisi homeschooling. Ia aktif sebagai Member Ibu Profesional, Founder RCGP, serta penggerak OmahProject, sebuah komunitas yang berfokus pada pengembangan keluarga dan pendidikan. Atas kiprahnya, ia juga mendapat apresiasi sebagai Change Maker Family KIP 2019. Selain aktif mendampingi keluarga Indonesia, Ressy telah menulis sejumlah buku, di antaranya Witing Tresno Jalaran Soko Kulino (2016), Witing Mulyo Jalaran Wani Rekoso (2018), Oleh-oleh OmahProject: Belajar Family Strategic Planning (2020), dan Mistery di Hexagon City (2021).
Melalui workshop ini, DPD LDII Kota Jambi berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Dengan sinergi antara orang tua, pengajar, dan lingkungan sekitar, nilai-nilai luhur diharapkan tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi benar-benar menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi