Generasi Berakhlak, Masa Depan Cerah: LDII Merangin Gelar FGD Cinta Alam Indonesia

Merangin (30/8). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Merangin menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Cinta Alam Indonesia (CAI). Acara yang berlangsung di Masjid Baiturrahim, Desa Bunga Antoi, Kecamatan Tabir Selatan, pada Sabtu malam (29/8/2026) itu diikuti sekitar 70 peserta laki-laki dan perempuan.

Sepanjang kegiatan, para peserta tampak antusias dan aktif dalam pembahasan berbagai materi yang telah disiapkan panitia. Untuk menciptakan diskusi yang tertib, fokus, dan interaktif, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok dengan pemisahan antara laki-laki dan perempuan. Sistem ini sekaligus memberi ruang bagi setiap peserta untuk menyampaikan pendapat serta berbagi pengalaman secara lebih leluasa.

FGD kali ini mengangkat tiga pokok bahasan utama, yaitu semangat perjuangan dalam agama, upaya menjauhi kemaksiatan, serta pembangunan dan penguatan akhlakul karimah. Ketiga materi tersebut dinilai sebagai pilar penting dalam pembinaan karakter, khususnya bagi generasi muda, agar mampu menginternalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Para peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga pergaulan, memilih lingkungan yang positif, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai agama sebagai bentuk tanggung jawab pribadi. Selain itu, penguatan akhlakul karimah—seperti sikap santun, jujur, bertanggung jawab, saling menghormati, dan peduli terhadap sesama—menjadi sorotan utama dalam diskusi.

Ketua DPD LDII Kabupaten Merangin, H. Sofyan, mengapresiasi pelaksanaan FGD tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana strategis dalam membina generasi muda agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

“Melalui kegiatan CAI ini, kami berharap peserta tidak sekadar memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki semangat untuk mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Perjuangan dalam agama harus diwujudkan melalui perilaku yang baik, menjauhi kemaksiatan, serta membangun akhlakul karimah,” ujar H. Sofyan.

Ia menambahkan bahwa pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan yang positif, edukatif, dan mampu memperkuat kebersamaan.

“Kami berharap para peserta dapat menjadi generasi yang berkarakter kuat, berakhlakul karimah, peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *