Selepas Idulfitri, LDII Sri Sembilan Gelar Musyawarah Khusus: Generus Jadi Prioritas Utama

Merangin (21/4). Suasana Masjid Al-Mansurin di Dusun III Suka Jaya, RT 11, Desa Sri Sembilan, Kecamatan Tabir Timur, Kabupaten Merangin, tampak berbeda pada Minggu (19/4/2026) pagi. Puluhan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berkumpul sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Bukan untuk seremonial biasa, melainkan musyawarah khusus menyusun program pembinaan pasca-libur Idulfitri.

Musyawarah yang diikuti setidaknya 20 orang tersebut menghadirkan perwakilan dewan pembina serta jajaran pengurus PAC. Fokus utama pembahasan adalah penguatan pembinaan generasi penerus (generus), pengaktifan kembali pengajian rutin mingguan dan bulanan, serta menghidupkan kegiatan belajar mengajar di setiap majelis taklim.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) LDII Tabir Timur, Suyadi, yang memimpin langsung jalannya musyawarah, menekankan pentingnya kerja kolektif. Menurutnya, pembinaan generus bukanlah tugas satu atau dua orang, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pengurus.

“Terutama dalam bidang pembinaan generus, penting sekali. Kerja sama untuk keberlangsungan mereka harus kita laksanakan bersama-sama, tidak bisa hanya satu orang saja. Karena terkait banyak sekali hal yang harus diterapkan di pendidikan generus,” ujar Suyadi tegas di hadapan peserta.

Lebih lanjut, Suyadi mengingatkan bahwa kesungguhan dalam membina akan menentukan hasil yang dicapai. “Kalau kita serius dan sungguh-sungguh, maka hasilnya pun juga akan sesuai dengan yang kita harapkan bersama,” tambahnya.

Dalam forum yang berlangsung hangat tersebut, sejumlah usulan mengemuka. Salah satu yang menarik perhatian adalah usulan agar orang tua tidak sekadar mengantar anak ke pengajian, tetapi juga bersedia menunggu hingga kegiatan selesai. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan jumlah kehadiran sekaligus memberi rasa aman bagi anak-anak.

Musyawarah akhirnya menyepakati beberapa poin strategis:

1. Pengaktifan buku tabungan siswa untuk melatih anak hemat.

2. Pelaksanaan pengajian generus mingguan sebanyak lima kali pertemuan dengan jadwal terstruktur, materi berdasarkan kurikulum, dan khusus hari Sabtu diisi dengan materi interaktif atau pengajian diselingi permainan.

3. Penguatan peran orang tua untuk mengantarkan anak ke tempat pengajian.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Maryono. Para pengurus berharap hasil musyawarah ini segera direalisasikan demi keberlanjutan dakwah dan pendidikan generasi muda di Tabir Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *