LDII Sarolangun Dorong Generasi Muda Manfaatkan YouTube untuk Tambah Penghasilan

Sarolangun (6/9) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sarolangun mendorong generasi muda agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara positif dan produktif. Salah satunya melalui pemanfaatan media sosial YouTube sebagai sarana mengembangkan keterampilan sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan.

Pesan tersebut disampaikan dalam Pengajian Khusus Generasi Muda yang digelar DPD LDII Kabupaten Sarolangun, Minggu (6/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu turut diisi materi kemandirian dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Arifin dan Mustofa.

Materi tersebut diberikan sebagai upaya membekali generasi muda dengan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri. Selain meningkatkan kemampuan di bidang digital, peserta juga diharapkan mampu melihat media sosial bukan sekadar sebagai sarana hiburan, tetapi sebagai ruang untuk berkarya dan menghasilkan nilai ekonomi.

Pada sesi pertama, Mustofa membagikan pengalamannya terjun ke dunia YouTube. Ia mengaku mulai tertarik membuat konten setelah mendapat motivasi dari seorang temannya yang terlebih dahulu menjadi YouTuber.

Berawal dari ketertarikan tersebut, Mustofa mencoba membuat konten tentang pangkas rambut. Namun, perjalanan awalnya tidak berjalan mulus. Ia sempat merasa gugup dan minder ketika harus berbicara di depan kamera. Bahkan, selama tujuh bulan pertama, konten yang dibuatnya belum memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Tidak ingin berhenti, Mustofa kemudian melakukan evaluasi dan mengubah konsep kontennya menjadi video tutorial. Dari perubahan tersebut, ia mulai menemukan pola yang sesuai dan mendapatkan respons positif dari pengguna YouTube.

Menurut Mustofa, konsistensi menjadi salah satu kunci penting dalam membangun sebuah kanal YouTube. Ia juga menyarankan agar pembuat konten memiliki fokus yang jelas sehingga audiens lebih mudah mengenali karakter kanal yang dibangun.

“Jadi, syarat berhasil di dunia YouTube ini adalah konsisten mengunggah video dan tetap semangat. Kontennya juga diusahakan satu macam saja, tidak bercampur aduk,” jelas Mustofa.

Ia menambahkan, proses membangun kanal YouTube membutuhkan kesabaran. Pada tahap awal, pembuat konten mungkin masih menemukan berbagai kekurangan, baik dari sisi keberanian tampil maupun kualitas video. Namun, hal tersebut dapat diperbaiki seiring bertambahnya pengalaman.

“Memang awalnya mungkin agak canggung dan banyak yang kurang pas, tetapi dengan keseriusan dan konsistensi, insyaallah akan berhasil,” ujarnya.

Setelah pemaparan Mustofa, kegiatan dilanjutkan dengan materi kedua yang disampaikan Arifin. Ia memberikan penjelasan teknis mengenai langkah awal membuat konten di YouTube, mulai dari pembuatan akun hingga cara mengunggah video dengan benar.

Arifin berharap materi tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan di dalam forum pengajian. Ia mendorong peserta untuk langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke rumah.

“Harapannya, setelah mendapatkan materi ini, generasi muda bisa langsung mempraktikkannya. Jangan hanya dipahami, tetapi dicoba dan dilakukan secara konsisten. Dari sana, mudah-mudahan bisa berkembang menjadi keterampilan yang menghasilkan,” kata Arifin.

Melalui materi kemandirian tersebut, DPD LDII Kabupaten Sarolangun berharap generasi muda semakin percaya diri mengembangkan potensi yang dimiliki. Pemanfaatan media sosial secara bijak diharapkan dapat menjadi salah satu jalan bagi generasi muda untuk berkarya, meningkatkan keterampilan, sekaligus membuka peluang ekonomi di tengah perkembangan dunia digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *