LDII Sarolangun Ajak Warga Tingkatkan Amal Ibadah dan Kepedulian Bersedekah

Sarolangun (3/11). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sarolangun menggelar pengajian umum secara hibrida (daring dan luring), Selasa (3/11) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut diikuti warga LDII dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sarolangun melalui studio mini di masing-masing wilayah.

Pengajian ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus mendorong warga agar semakin giat dalam beribadah, beramal saleh, serta membiasakan diri menyisihkan sebagian rezeki untuk infak dan sedekah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Abdul Qodir yang sekaligus melakukan pendataan kehadiran peserta dan menyampaikan sejumlah informasi organisasi. Salah satunya mengenai rencana konsolidasi pengurus DPD LDII Sarolangun ke seluruh PAC dalam waktu dekat.

“Insyaallah, dalam waktu dekat pengurus DPD LDII Sarolangun akan melaksanakan konsolidasi ke setiap PAC. Oleh karena itu, masing-masing PAC diharapkan mempersiapkan tempat dan jamaah yang akan mengikuti kegiatan tersebut,” ujar Abdul Qodir.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kajian Al-Qur’an oleh Ustaz Muhammad Irvan Rizaldi. Dalam materinya, ia membahas pentingnya infak dan sedekah sebagai salah satu bentuk amal saleh yang memiliki nilai ibadah sekaligus menjadi sarana membersihkan harta.

Menurut Irvan, setiap muslim hendaknya memiliki kesadaran untuk menyisihkan sebagian rezekinya di jalan Allah. Ia juga mengingatkan bahwa Allah SWT telah menjanjikan balasan bagi orang-orang yang gemar berinfak dan bersedekah.

“Infak dan sedekah merupakan amalan yang dapat membersihkan harta kita. Apa yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan sia-sia. Allah SWT akan menggantinya dengan balasan yang lebih baik. Karena itu, hal ini perlu kita yakini bersama,” jelasnya.

Memasuki sesi berikutnya, Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Sarolangun, Arfiyudi Eka Saputra, S.E., M.E., menyampaikan nasihat agama. Ia mengawali penyampaiannya dengan mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan, umur panjang, kelancaran rezeki, serta kesempatan menjalankan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

“Alhamdulillah, kita patut senantiasa bersyukur kepada Allah SWT karena hingga saat ini masih diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan kesempatan untuk beribadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW,” tuturnya.

Dalam nasihatnya, Arfiyudi juga mengingatkan peserta agar bijak memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, kemudahan teknologi harus disikapi secara cermat, terutama ketika mencari informasi yang berkaitan dengan persoalan agama dan tata cara peribadatan.

Ia menjelaskan bahwa informasi keagamaan yang diperoleh melalui teknologi belum tentu seluruhnya benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu, umat Islam perlu merujuk kepada sumber ilmu agama yang jelas dan terpercaya.

“AI merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang sangat pesat. Namun, informasi yang disampaikan belum tentu semuanya benar. Karena itu, jangan menjadikan AI sebagai satu-satunya rujukan untuk bertanya mengenai persoalan agama dan ibadah. Kita harus tetap berpedoman kepada sumber ilmu yang jelas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arfiyudi menjelaskan bahwa memahami dan mempraktikkan ajaran agama hendaknya dilakukan melalui proses belajar yang benar. Ia mengajak warga untuk membiasakan diri mengaji Al-Qur’an dan hadis, memahami isinya, kemudian mengamalkan serta membelanjakan sebagian rezeki untuk mendukung kegiatan keagamaan.

Ia juga menekankan pentingnya ilmu sebelum beramal. Menurutnya, setiap ibadah harus didasari pemahaman yang benar agar pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan agama.

“Bapak dan ibu, dalam menjalankan ibadah kita tidak boleh asal beramal. Harus mengetahui terlebih dahulu dasar ilmunya. Jangan sampai kita melakukan suatu amalan, tetapi tidak memahami landasan dan tuntunan yang benar,” jelasnya.

Arfiyudi turut mengingatkan bahwa tinggi rendahnya derajat seseorang di akhirat berkaitan dengan amal kebaikan yang dikerjakannya selama hidup di dunia. Semakin banyak amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan, semakin besar pula harapan memperoleh kemuliaan di sisi Allah SWT.

Ia mencontohkan bahwa di antara tingkatan surga yang paling tinggi adalah Surga Firdaus. Karena itu, setiap muslim hendaknya terus meningkatkan kualitas dan kuantitas amal ibadah sebagai bekal kehidupan akhirat.

Pada bagian akhir nasihatnya, Arfiyudi mengajak seluruh peserta memahami pentingnya pembelaan atau dukungan materi untuk menunjang kelancaran kegiatan ibadah dan dakwah. Ia mengibaratkan pembinaan seorang bayi yang membutuhkan perhatian, biaya, dan asupan gizi agar dapat tumbuh dengan baik.

“Agama ini juga membutuhkan pembiayaan agar kegiatan ibadah, pembinaan, dan dakwah dapat berjalan dengan baik. Jika tidak ada dukungan pembiayaan, tentu kegiatan bisa terhambat dan sulit berkembang,” ungkapnya.

Melalui pengajian hibrida tersebut, Arfiyudi berharap seluruh warga LDII Kabupaten Sarolangun semakin meningkat keimanan dan ketakwaannya, lebih bersemangat dalam menjalankan amal ibadah, serta memiliki kepedulian yang lebih besar untuk berinfak dan bersedekah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat komunikasi dan kebersamaan antarwarga LDII di seluruh wilayah Kabupaten Sarolangun, sehingga pembinaan keagamaan dan konsolidasi organisasi dapat terus berjalan secara berkesinambungan. (Ali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *