Jaga Kebugaran dan Karakter Luhur, LDII Sri Sembilan Kolaborasi dengan PERSINAS ASAD Latih Bela Diri

Merangin (17/4). Puluhan warga LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Desa Sri Sembilan, Kecamatan Tabir Timur, Kabupaten Merangin, menggelar latihan fisik dan bela diri bersama PERSINAS ASAD setempat. Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Al-Mansurin, Sri Sembilan, pada Rabu (15/4) itu merupakan bagian dari upaya menjaga kebugaran fisik sekaligus kesehatan spiritual.

Latihan rutin bulanan ini diikuti oleh peserta dari berbagai lintas generasi, mulai dari remaja hingga orang tua. Kolaborasi antara LDII Sri Sembilan dan PERSINAS ASAD Tabir Timur bertujuan membekali warga dengan kemampuan bela diri yang mumpuni sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter luhur.

Pembina PERSINAS ASAD Tabir Timur, Suratno, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan program pembinaan rutin yang diselenggarakan setiap bulan.

“Latihan bersama diharapkan terus berkesinambungan, khususnya bagi generasi muda agar terbentuk jiwa dengan karakter luhur, mandiri, serta memiliki solidaritas tinggi. Prestasi yang diraih nantinya tentu akan bermanfaat bagi diri mereka dan keluarga,” ujar Suratno.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang (PC) LDII Tabir Timur, Suyadi, menjelaskan bahwa latihan rutin ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menjadi sarana mengasah kemampuan pencak silat secara teknis.

“Alhamdulillah, generasi muda kita sudah banyak mengukir prestasi di bidang pencak silat. Capaian ini menjadi motor penggerak bagi warga, baik tua maupun muda, untuk semakin bersemangat dalam berlatih,” kata Suyadi.

Lebih lanjut, Suyadi kembali mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual melalui olahraga. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, ia berpesan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh pergaulan negatif.

“Melalui latihan pencak silat ini, kami tanamkan 29 Karakter Luhur dalam diri generasi muda. Ini adalah benteng agar mereka tetap disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab,” tegas Suyadi.

Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah yang mempererat silaturahmi antarpeserta. Dengan adanya latihan rutin ini, kekompakan dan rasa saling membantu diharapkan semakin kuat, sekaligus menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang religius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *