Bukan Sekadar Rutinitas, Musyawarah PC LDII Sarolangun Jadi Ajang Cari Solusi

Sarolangun (25/10). Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Sarolangun menggelar musyawarah pada Jumat sore (23/10) di Masjid Nurussalam, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Sarolangun. Kegiatan ini diikuti pengurus PC serta perwakilan dari setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) di wilayah Kecamatan Sarolangun.

Musyawarah diawali dengan pembukaan dan absensi kehadiran oleh Suyono, salah satu pengurus PC LDII Kecamatan Sarolangun, yang juga menyampaikan pengumuman. Dalam kesempatan itu, Suyono menjelaskan mekanisme musyawarah dan mengingatkan peserta yang wajib hadir.

“Jadi kita musyawarah sekarang ada moderatornya, semua kita atur, dari pelaporan setiap PAC, dan juga peserta yang harus hadir di acara musyawarah, seperti semua pengurus harian PAC dan juga PC,” kata Suyono.

Selanjutnya, Suyono mempersilakan Dewan Penasihat PC LDII Kecamatan Sarolangun, Andre Siswanto, untuk membuka dan memberikan arahan. Setelah pembukaan, musyawarah dilanjutkan dengan mendengarkan paparan dan laporan dari setiap pengurus PAC. Andre menegaskan bahwa musyawarah bukan sekadar rutinitas, melainkan forum penting untuk menyelesaikan persoalan di tingkat bawah.

“Jadi musyawarah ini penting, jangan dianggap hanya rutinitas saja, karena permasalahan bisa diselesaikan lewat musyawarah ini,” ujarnya.

Andre juga mengingatkan para peserta untuk disiplin waktu karena durasi musyawarah terbatas. “Jadi saya mengingatkan lagi, untuk musyawarah supaya tepat waktu, karena musyawarah kita terbatas, jadi supaya dimanfaatkan betul,” ingatnya.

Ia pun mengimbau peserta fokus mengikuti musyawarah dan memanfaatkan forum untuk menyampaikan usulan maupun saran. “Jadi musyawarah ini forum semua orang, bebas mau menyampaikan usulan maupun saran, jadi supaya dimanfaatkan betul,” imbaunya.

Di akhir, Andre berharap partisipasi peserta musyawarah bulan depan lebih semangat dan tidak banyak yang alfa. Ia juga berpesan agar peserta berhati-hati saat pulang, terutama bagi yang membawa kendaraan agar tidak memacu kendaraan secara berlebihan. “Ingat keluarga kita sedang menunggu kita,” pungkasnya. (Ali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *