
Bungo (14/5). Kemampuan berbicara di depan umum bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan pokok bagi seorang dai. Menyadari hal itu, Penggerak Pembina Generus (PPG) DPD LDII Bungo menggelar Diklat Public Speaking khusus bagi para dai se-Kabupaten Bungo.
Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (10/05) di Aula Serbaguna LDII Bungo ini bertujuan membekali para pendakwah agar mampu menyampaikan pesan secara efektif, terutama kepada generasi penerus.
Diklat yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.30 WIB itu diikuti oleh seluruh guru ngaji di wilayah sekitar Bungo. Alasan pemilihan materi public speaking bukan tanpa dasar. Setiap hari, para dai berinteraksi langsung dengan jamaah dari berbagai kalangan. Mereka dituntut tidak sekadar fasih, tapi juga mampu menanamkan 29 karakter luhur yang menjadi fondasi pembinaan generasi penerus LDII.
Mengisi kegiatan ini, panitia menghadirkan pemateri yang sudah tak asing lagi di dunia komunikasi, yaitu Ustaz Warsan Nurrohim, S.H. Pria yang juga berprofesi sebagai penyuluh agama dan dewan hakim Kecamatan Tabir Timur, Kabupaten Merangin ini membawakan materi dengan gaya yang lugas namun menyentuh. Menurutnya, kecakapan berbicara adalah salah satu kunci keberhasilan dalam menyampaikan sebuah misi dakwah.
“Bukan sekadar pintar omong. Seorang dai yang baik harus punya tiga hal: mindset yang benar, hati yang tulus, dan spirit yang tidak pernah padam. Kalau tiga ini sudah menyatu, maka setiap kata yang keluar akan membekas di hati jamaah, terutama anak-anak didik kita,” tegas Ustaz Warsan di tengah pemaparannya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi. Mereka tidak hanya duduk mendengar, tapi juga aktif dalam latihan praktik berbicara. Ustaz Warsan berkali-kali mengingatkan bahwa menjadi pembicara yang baik bukanlah bakat bawaan, melainkan hasil latihan yang konsisten. “Mulailah dengan niat, latih terus keberanian, dan jadikan hati sebagai kemudi,” tambahnya.
Agar peserta tidak jenuh, panitia menyelipkan sesi belajar seni, olahraga, dan bermain di penghujung acara. Kegiatan ringan ini dimaksudkan untuk menyegarkan kembali semangat para guru ngaji setelah berjam-jam menyerap materi. Suasana aula yang semula serius berubah menjadi ceria dan penuh tawa.
Diklat ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Harapan besar disematkan pada kegiatan ini, bahwa dengan meningkatnya kapasitas public speaking para dai, kualitas pembinaan generasi penerus juga akan ikut melesat, dan dakwah akan berjalan lebih manusiawi, lebih membumi, dan lebih menyentuh.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi