
Merangin (21/5). Demi mewujudkan keluarga yang benar-benar sakinah, mawadah, warahmah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tabir Timur, Kabupaten Merangin, menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) setempat dalam sebuah program terpadu. Fokus utamanya adalah penguatan kesehatan calon pengantin (catin) dan pencegahan stunting sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Nikah KUA Tabir Timur, Kamis (21/5) ini, diikuti beberapa pasang calon pengantin. Hadir sebagai narasumber utama, perwakilan dari BKKBN Kecamatan, Rubi, yang membawakan materi bertajuk “Menjaga Keturunan dari Bahaya Stunting”. Rubi menjelaskan bahwa ancaman stunting tidak hanya terjadi saat anak sudah lahir, melainkan bisa dicegah sejak masa persiapan pernikahan.
“Ciri-ciri anak yang terkena stunting salah satunya adalah berat badan tidak seimbang dengan tinggi badan. Oleh karena itu, calon pengantin harus sehat secara fisik dan gizi sebelum hamil,” tegas Rubi di hadapan para peserta.

Sementara itu, Kepala KUA Tabir Timur, Muhamad S.Sy., memberikan arahan fundamental tentang kesiapan mental dan spiritual catin dalam membina bahtera rumah tangga. Menurutnya, dukungan penuh terhadap program pencegahan stunting adalah bagian dari ibadah dan pengabdian kepada negara.
“Kami sangat mendukung sekali program pemerintah, termasuk dalam hal percepatan penurunan stunting. Masjid dan KUA adalah garda terdepan pembinaan keluarga,” ujar Muhamad.
Memasuki sesi inti, KUA menurunkan pegawai berkompeten, Ustaz Warsan Nurrohim, S.H. yang dikenal aktif sebagai tokoh LDII setempat untuk memaparkan kunci membangun keluarga harmonis. Ia menyebutkan setidaknya ada empat pilar utama yang harus dimiliki pasangan baru, yaitu: Attahabu (saling cinta-mencintai), Attasawur (saling bermusyawarah), Atta’awun (saling tolong-menolong), dan Atta’afuf (saling memaafkan).
“Ketika empat konsep dasar ini diterapkan, insyaallah akan terwujud keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” ungkap Warsan penuh semangat.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB itu berjalan khidmat dan interaktif. Ditutup dengan sesi tanya jawab hangat dari para calon pengantin serta doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Supriyono.
Pihak KUA memastikan agenda rutin ini akan dilaksanakan sebulan sekali, sebagai bentuk komitmen berkelanjutan mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan bebas stunting, dimulai dari persiapan pernikahan yang matang.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi