Arfiyudi Tutup Camping Cai ke-47 LDII Sarolangun dengan Filosofi Botol: “Isi Menentukan Nilai”

Sarolangun (29/7). Puluhan peserta mengikuti penutupan kegiatan Camping Cai ke-47 yang diselenggarakan oleh DPD LDII Kabupaten Sarolangun. Acara yang berlangsung pada Rabu sore (29/7/2026) itu resmi ditutup oleh Dewan Penasihat DPD LDII setempat, Arfiyudi Eka Saputra, S.E., M.E.

Dalam sambutan penutupannya, Arfiyudi menyampaikan nasihat dan motivasi khusus kepada para pemuda. Sebelum memasuki inti pesan, panitia memutar sebuah video pendek bertema filosofi botol. Video tersebut mengilustrasikan bahwa nilai sebuah botol sangat ditentukan oleh apa yang ada di dalamnya.

“Botol yang berisi air biasa mungkin hanya dihargai sekitar lima ribu rupiah. Namun, jika isinya madu atau minyak wangi, nilainya bisa melonjak hingga jutaan rupiah,” jelas Arfiyudi.

Ia pun mengibaratkan manusia dengan botol tersebut. Menurutnya, secantik dan semewah apa pun wadahnya, jika isinya kotor, maka nilainya akan hilang. Hal yang sama berlaku bagi manusia.

“Sebagus apa pun penampilan kita, meskipun tampan, kaya, atau berkedudukan tinggi, tetapi jika tidak memiliki etika dan karakter yang baik, maka kita tidak berguna. Bahkan, orang lain akan menjauhi kita,” tegasnya.

Arfiyudi berharap agar generasi muda dapat mengisi dirinya dengan kegiatan-kegiatan positif serta membangun karakter yang kuat. Dengan demikian, mereka mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang.

“Pemuda diharapkan mampu mempraktikkan karakter yang baik. Jika dirinya berguna bagi orang lain, maka hidupnya akan penuh dengan keberkahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dan kemauan untuk belajar dari mereka yang lebih tua, baik dalam urusan duniawi maupun agama. Menurutnya, hal ini adalah kunci lestarinya keadaan yang baik.

“Jika pemuda enggan belajar kepada yang lebih tua, maka rusaklah generasi itu,” tambah Arfiyudi sembari membagikan doorprize kepada para peserta.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan waktu dan kesehatan yang masih dimiliki. Para pemuda diminta untuk tidak menyia-nyiakan masa muda dengan bermalas-malasan.

“Selagi masih diberikan kesehatan dan kesempatan yang luas, manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Jangan sampai menganggur dan menyesal di kemudian hari,” pesannya.

Tidak hanya menyasar pemuda, Arfiyudi juga memberikan arahan khusus kepada jajaran pengurus. Ia meminta agar pengurus di tingkat PAC (Pimpinan Anak Cabang) aktif menggali potensi yang dimiliki oleh para pemuda. Potensi tersebut harus difasilitasi melalui kegiatan positif agar dapat membantu kelancaran roda organisasi.

“Para pengurus di tingkat PAC harus mampu melihat potensi terpendam pada diri pemuda. Dengan pembinaan yang tepat, mereka nantinya bisa turut membantu para pengurus,” katanya.

Sebagai penutup, Arfiyudi mengingatkan seluruh orang tua yang hadir untuk senantiasa mawas diri dan memberikan teladan terlebih dahulu sebelum memerintah anak-anaknya.

“Kita sebagai orang tua wajib memberi contoh yang baik sebelum memerintah. Dengan begitu, apa yang kita ucapkan akan lebih mudah diterima oleh anak-anak kita,” pungkasnya.(Ali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *