
Tanjabtim (28/5). Ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pembuktian ketakwaan dan sarana mempererat persaudaraan antarsesama. Pesan sarat hikmah ini disampaikan dalam khutbah Iduladha di Masjid Babussalam, Mendahara Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), pada Rabu (27/5).
Bertindak sebagai imam dan khatib, Dewan Penasihat (Wanhat) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jambi, KH Nur Hamid Hadi, di hadapan jemaah yang memadati masjid menyampaikan khutbah yang menyejukkan sekaligus membangkitkan semangat untuk menyambut Iduladha dengan penuh suka cita.
Dalam khutbahnya, KH Nur Hamid mengajak seluruh jemaah untuk terus meningkatkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah dikaruniakan Allah SWT. Menurutnya, salah satu perwujudan syukur yang paling nyata saat ini adalah dengan berlomba-lomba dalam melaksanakan ibadah kurban.
“Kita berlomba-lomba berkurban sebagai salah satu wujud syukur kepada-Nya. Sunah yang awalnya diperintahkan kepada Nabi Ibrahim AS sebagai ujian ketaatan, saat ini dimudahkan bagi kita dengan menyediakan hewan ternak untuk dikurbankan,” ujarnya di atas mimbar.
Ia juga mengingatkan esensi terdalam dari ibadah kurban. Merujuk pada nilai-nilai tauhid, KH Nur Hamid menegaskan bahwa nilai sebuah kurban tidak diukur dari aspek materi, melainkan dari ketulusan hati pelakunya.
“Bukan daging, bukan darah, maupun bagian lain dari hewan kurban yang sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan kita saat berkurban yang menjadi jaminan diterimanya amal ibadah kita pada tanggal 10 Zulhijah ini,” tegasnya di hadapan jemaah yang menyimak dengan khidmat.
Selain dimensi vertikal (hablum minallah), khutbah tersebut juga menyoroti dimensi sosial (hablum minannas). Menurut KH Nur Hamid, momentum Iduladha harus dijadikan jembatan untuk menebar kebaikan kepada sesama tanpa memandang sekat-sekat perbedaan.

“Hari raya kurban juga menjadi momen yang tepat bagi kita untuk saling berbagi agar ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia) tetap terjalin dengan kokoh,” tambahnya.
Kehadiran tokoh DPW LDII Jambi ini disambut dengan antusias oleh tokoh masyarakat dan pengurus masjid setempat. Kehadirannya dinilai membawa angin segar bagi penguatan dakwah dan kerukunan warga di Mendahara Ilir.
Udin, Ketua RT 08 Mendahara, mengungkapkan rasa bahagianya. Mengingat sebagian besar warganya aktif dalam kegiatan pengajian LDII, kehadiran Wanhat DPW LDII dipandang sebagai momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan kolaborasi di tingkat akar rumput.
“Saya turut merasa senang dengan kehadiran beliau. Pesan dalam khutbah yang disampaikan setidaknya dapat menginspirasi saya dalam berkolaborasi bersama warga LDII,” ungkap Udin.
Senada dengan hal itu, Heru Siswoyo, salah seorang pengurus Masjid Babussalam, mengaku termotivasi oleh pesan-pesan yang disampaikan khatib. Ia optimistis pelaksanaan kurban tahun ini akan berjalan lebih semarak dan sukses.
“Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi kami semua dalam menyukseskan kurban tahun ini,” tutur Heru.
Melalui khutbah tersebut, terselip harapan agar semangat berkurban tidak hanya berhenti pada penyembelihan hewan, tetapi mampu menjelma menjadi semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang lestari di tengah masyarakat Tanjung Jabung Timur.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi