Wujudkan 6 Tabiat Luhur, Warga LDII Simpang Aro Bagikan 200 Bungkus Daging Kurban

Batang Hari (28/5). Semangat kebersamaan dan kekompakan kembali ditunjukkan oleh warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di kawasan Simpang Aro. Pada Rabu (27/5), ratusan warga bergotong royong melaksanakan penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Manshurin, Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi.

Kegiatan tersebut menjadi wujud penerapan “Enam Tabiat Luhur” yang menjadi karakter dasar warga LDII, yakni rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, serta hidup hemat dan efisien. Nilai-nilai ini terlihat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan lokasi, proses penyembelihan, pencacahan daging, hingga pengemasan untuk distribusi.

Ketua Panitia Pelaksana, H. Rukun, yang dibantu Wakil Ketua Saifudin, secara langsung memantau jalannya proses penyembelihan. Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan memenuhi standar syariat Islam serta aturan kebersihan dan kesehatan yang berlaku.

“Kami menyiapkan total 200 bungkus berisi daging kurban yang siap dibagikan kepada warga sekitar. Pembagian ini dilakukan secara tertib dan merata sebagai bentuk kepedulian sosial kami terhadap masyarakat di lingkungan Simpang Aro,” ujar H. Rukun di sela-sela kegiatan.

Sejak pagi hari, suasana di area masjid dipenuhi oleh warga yang saling bahu-membahu. Tidak ada sekat antara panitia dan warga biasa, semua terlibat aktif sesuai kemampuan masing-masing. Dinamika ini mencerminkan nilai kerja sama yang baik dan kerukunan yang terus dibina dalam kehidupan bermasyarakat.

H. Rukun menegaskan bahwa momen Iduladha kali ini dimanfaatkan untuk memperkuat sisi sosial dari ibadah kurban. “Ibadah kurban bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga momentum strategis untuk mempererat persaudaraan. Melalui kegiatan ini, kami mengajak warga untuk terus menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling membantu,” tambahnya.

Daging kurban yang telah dikemas rapi dalam 200 bungkus tersebut kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar. Langkah ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun harmoni sosial di lingkungan Simpang Aro.

Romli, salah satu warga LDII Simpang Aro berharap nilai-nilai Enam Tabiat Luhur dapat terus diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang harmonis, rukun, dan bermanfaat bagi banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *