
Tanjung Jabung Timur (24/5). Aroma rempah dan daging kurban mungkin belum tercium di Masjid Babussalam, Kelurahan Mendahara Ilir, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Namun, semangat Idul Adha justru sudah terasa sejak Selasa malam (26/5/2026) melalui denyut nadi yang berbeda: kumpulan anak muda yang memadati saf terdepan masjid.
Bukan untuk sekadar ngopi darat atau scrolling media sosial, puluhan Gen Z ini datang untuk berburu “rahasia sukses jalur langit” dalam rangkaian Safari Dzulhijjah yang digelar DPW LDII Provinsi Jambi. Kehadiran dua tokoh inspiratif LDII Jambi, yakni KH. Nur Hamid Hadi (Ketua Dewan Penasihat DPW LDII Jambi) dan H. Achiyar Rosidi (Wakil Ketua DPW LDII Jambi) sukses mengubah suasana khidmat masjid menjadi ruang diskusi interaktif yang cair.
Antusiasme warga bukan tanpa alasan. KH Nur Hamid yang juga akan bertindak sebagai Imam dan Khatib Shalat Idul Adha di masjid setempat, memiliki rekam jejak pendidikan yang mentereng di tingkat nasional.
Sosok Abdul Rasyid, tokoh adat (Tua-tua Tengganai) setempat, menjadi motor yang paling keras memobilisasi pemuda hadir malam itu.
“Beliau ini orang hebat. Wawasan pendidikannya sudah diakui pemerintah. Anak-anak muda sekarang butuh contoh nyata, bukan sekadar motivasi instan dari media sosial. Dengan motivasi dari beliau, mudah-mudahan generasi muda di sini makin menyala dan semangat mengejar masa depan,” ujar Abdul Rasyid dengan suara lantang penuh harap, sesaat setelah menyambut kedatangan para tamu.

Acara yang digelar usai salat Isya ini terbagi dalam dua sesi utama. Pertama, H. Achiyar membuka diskusi dengan gaya lugas khas anak muda. Ia mengingatkan bahwa di era banjir informasi, pengetahuan tanpa aksi adalah sia-sia.
“Antara mencari ilmu dan mengamalkan itu satu paket pekerjaan yang gak bisa dipisahkan, ibarat bundle pack yang harus diambil dua-duanya. Kalau kita punya ilmu banyak, ya action-nya juga harus banyak. Biar ilmu itu bermanfaat buat orang lain, dan pastinya buat diri kita sendiri,” tegas Achiyar disambut anggukan paham dari para peserta.
Puncak acara adalah sesi bedah kisah oleh KH Nur Hamid. Dengan gaya bertutur yang hangat, beliau mengupas kisah Nabi Ismail AS sebagai “role model nyata” bagi generasi milenial dan Z yang tengah dilanda krisis karakter. Di tengah gempuran budaya flexing dan instan, beliau mengajak anak muda meneladani mental baja Nabi Ismail.
“Sikap Nabi Ismail ini yang perlu adik-adik tiru. Kepatuhan total kepada orang tua dan Tuhannya membuat Ismail jadi sosok anak berbakti yang kisahnya abadi dan terus dibaca dari generasi ke generasi. Itu role model yang sesungguhnya. Jangan jadi generasi yang pintar tapi gagal patuh pada nilai-nilai luhur,” jelas KH Nur Hamid dengan nada penuh penekanan.
Malam itu, Masjid Babussalam tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi berhasil bertransformasi menjadi ruang pemberdayaan mental. Pulang ke rumah, anak muda Mendahara tidak hanya membawa takbir di bibir, tetapi juga peta baru, menjadi generasi cerdas, berbakti, dan siap menyambut Idul Adha dengan hati yang lebih utuh.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi