Ba’da Magrib di Masjid Tawakkal, Puluhan Santri Hening Menjaga 30 Juz dalam Dada

Kota Jambi (26/5). Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Tawakkal, Kelurahan Wijayapura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, pada Minggu malam (24/5). Puluhan santri putra dan putri Pondok Pesantren Tawakkal yang berada dibawah naungan DPD LDII Kota Jambi mengikuti kegiatan Tahfidzul Qur’an yang digelar tepat setelah salat Magrib berjamaah.

Kegiatan ini bertujuan membiasakan para santri untuk terus mengasah hafalan dan pendalaman ayat-ayat suci Al-Qur’an di luar jam belajar formal.

Di tengah hiruk-pikuk perkotaan, malam itu masjid itu berubah menjadi lautan ketenangan. Suara lantunan ayat demi ayat terdengar silih berganti, sesekali diselingi koreksi tajwid dari para pembimbing. Para santri putri dan santri putra duduk rapi melingkar menghadap guru pembimbing masing-masing sembari memegang mushaf Al Qur’an. Mereka tampak larut dalam konsentrasi, sesekali menunduk mengulang hafalan yang nyaris putus.

Salah satu guru pembimbing, Ustaz Kevin Phillips, menjelaskan bahwa program Tahfidzul Qur’an ini merupakan agenda rutin malam Minggu yang sengaja dimulai ba’da Magrib agar santri lebih fokus sebelum beristirahat. “Kami ingin membangun karakter disiplin dan kecintaan kepada Al-Qur’an sejak dini. Waktu ba’da Magrib dipilih karena suasana lebih tenang dan hati lebih mudah menerima hafalan,” ujar Philips saat dimintai keterangan oleh media.

Philips berharap, setelah menyelesaikan masa mondok, seluruh santri tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga pribadi yang mampu menyebarkan kebaikan. “Harapan saya, mereka kelak bisa menjadi mubaligh dan tahfidz yang memberi manfaat bagi diri sendiri serta masyarakat sekitar. Bukan hanya bangga dengan jumlah hafalan, tapi juga dengan akhlak mulia,” tambahnya.

Salah satu santri, Fulan (18), mengaku sangat bersyukur bisa bergabung di Ponpes Tawakkal. Meski hafalannya belum puluhan juz, ia merasakan perubahan besar dalam hidupnya. “Saya sangat bersemangat setiap kali setoran hafalan. Bisa mondok dan mempelajari Al-Qur’an sampai menghafalnya adalah nikmat besar. Saya berharap setelah ini saya bisa menjadi insan yang lebih baik, berbakti pada orang tua, dan berguna untuk lingkungan,” tutur Fulan dengan mata berbinar.

Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang adzan isya berkumandang itu ditutup dengan doa bersama dan salat Isya berjamaah. Para guru berharap semangat tahfidz ini terus menyala, tidak hanya di masjid, tetapi juga dalam keseharian para santri di asrama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *