Musyawarah Kurban di Masjid Al Manshurin, Warga LDII Sri Sembilan Siapkan 8 Hewan Kurban

Merangin (22/5). Warga dan pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Desa Sri Sembilan, Kecamatan Tabir Timur, Kabupaten Merangin, menggelar musyawarah persiapan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al Manshurin, Kamis (21/5).

Musyawarah tersebut dihadiri oleh pengurus inti, panitia kurban, serta sejumlah warga LDII setempat. Pembahasan meliputi persiapan teknis pelaksanaan kurban, mulai dari penyembelihan hewan, pembagian tugas panitia, hingga mekanisme distribusi daging kurban kepada masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Ustaz Sahidun. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga adab dan etika bermusyawarah agar setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterima bersama serta membawa manfaat bagi seluruh warga.

“Musyawarah bukan hanya membahas pekerjaan, tetapi juga bagian dari ibadah. Karena itu harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, saling menghargai, dan mengutamakan kepentingan bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, tata tertib musyawarah juga dibacakan sebagai pedoman bersama. Peserta diminta menyampaikan pendapat secara santun, tidak memotong pembicaraan, serta menerima hasil keputusan dengan lapang dada.

Sebelum memasuki pembahasan teknis, H. Surono, tokoh senior LDII Sri Sembilan, memberikan tausiah mengenai makna ibadah kurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengorbanan demi kepentingan umat.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kurban tidak hanya ditentukan oleh jumlah hewan yang disembelih, tetapi juga kesiapan panitia dalam melayani masyarakat dengan tertib dan penuh tanggung jawab.

“Jangan sampai ada warga yang merasa terabaikan. Semua harus diatur dengan baik agar pelaksanaan kurban berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Hasil musyawarah menyepakati bahwa sebanyak delapan ekor hewan kurban akan disembelih pada Hari Raya Iduladha mendatang, terdiri atas lima ekor sapi dan tiga ekor kambing. Penyembelihan dijadwalkan berlangsung setelah pelaksanaan salat Iduladha, sekitar pukul 07.30 WIB.

Selain itu, dibentuk sejumlah tim kerja yang meliputi tim penyembelihan, tim kebersihan, tim pengemasan daging, dan tim distribusi kepada masyarakat penerima manfaat. Panitia juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Sebagai langkah antisipasi, peserta musyawarah turut menyepakati pembentukan Tim Cepat Tanggap yang bertugas menangani kendala teknis maupun keluhan masyarakat selama pelaksanaan kurban.

Musyawarah berlangsung dalam suasana tertib dan penuh kekeluargaan. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz Sahidun. Mereka memohon agar seluruh rangkaian ibadah kurban tahun ini diberikan kelancaran serta keberkahan bagi masyarakat Desa Sri Sembilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *