42 Hari Mengolah Lahan Kosong, Siswa SMA Tri Sukses Panen Kacang Panjang dan Jiwa Wirausaha

Kota Jambi (24/6). Hamparan lahan kosong di area SMA Tri Sukses yang dulu terlihat gersang kini berubah menjadi kebun kacang panjang yang hijau dan menjanjikan. Setelah melalui proses pengolahan lahan, penanaman, serta perawatan yang tekun selama 42 hari, para siswa yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Kewirausahaan fase E dan F1 akhirnya menikmati hasil panen perdana mereka pada Selasa (24/6).

Kegiatan yang berlangsung sejak awal Mei ini menjadi proyek nyata bagi para peserta didik untuk belajar di luar ruang kelas. Mereka tidak hanya mendengar teori, tetapi benar-benar terjun langsung mengelola lahan mulai dari pembajakan, pembuatan bedengan, penanaman bibit, pemasangan ajir (turus), hingga pemeliharaan rutin seperti penyiraman, pemupukan, dan pembasmian hama. Lokasi yang digunakan adalah lahan kosong milik sekolah yang selama ini tidak termanfaatkan, kini disulap menjadi sarana pembelajaran produktif.

Pembina Ekstrakurikuler Kewirausahaan, Dwiarie Yuantriervi, mengaku bangga dengan kegigihan para siswa selama proses budidaya. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk menanamkan lebih dari sekadar keterampilan bercocok tanam.

“Proses 42 hari ini bukan waktu yang singkat. Setiap pagi mereka bergiliran datang ke lahan untuk menyiram dan memeriksa kondisi tanaman. Ada kalanya gagal karena hama, tetapi mereka justru belajar mencari solusi bersama. Harapan utama kami, melalui budidaya kacang panjang ini, siswa tidak hanya paham teknis pertanian, tetapi juga menumbuhkan sikap mandiri, disiplin, dan jiwa kewirausahaan yang kelak bisa menjadi bekal hidup mereka,” ujar Dwiarie di sela-sela kegiatan panen.

Rasa gembira dan semangat gotong royong tampak jelas saat puluhan siswa mulai memetik polong kacang panjang yang bergelantungan segar di lahan seluas sekitar 20 x 10 meter itu. Dengan gunting dan keranjang di tangan, mereka bekerja sama memetik hasil bumi, tertawa, serta berbagi cerita tentang perjuangan merawat tanaman di tengah cuaca yang terkadang tidak menentu. Suasana pagi itu terasa hangat, dipenuhi kebanggaan karena jerih payah selama lebih dari satu bulan akhirnya membuahkan hasil.

Salah satu peserta, Niswa Aulia Putri, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari pengalaman ini. Menurutnya, terlibat langsung dari awal hingga panen memberikan perspektif baru tentang proses panjang di balik sebuah produk pertanian.

“Kegiatan ini sangat menyenangkan dan memberi pengalaman baru bagi saya karena bisa terlibat langsung dalam setiap prosesnya, mulai dari menyiapkan lahan hingga akhirnya memetik hasil panen. Saya belajar bahwa kerja sama tim itu penting; kalau hanya mengandalkan satu orang, tanaman tidak akan terawat dengan maksimal. Selain itu, saya jadi lebih bertanggung jawab karena setiap hari kami harus memastikan tanaman mendapat cukup air dan nutrisi. Rasanya luar biasa ketika melihat kacang panjang yang kami tanam tumbuh subur dan siap untuk dipetik,” ungkap Niswa dengan mata berbinar.

Rencananya, hasil panen kacang panjang ini akan dijual di lingkungan sekolah sebagai bagian dari praktik kewirausahaan. Sebagian hasil penjualan akan digunakan untuk modal kegiatan berikutnya, sedangkan sebagian lainnya akan dibagikan kepada guru sebagai bentuk apresiasi dan rasa syukur.

Kegiatan yang dibimbing pula oleh Erpina Indrawati ini diharapkan dapat menjadi program rutin yang berkelanjutan. Dengan adanya program ini, lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan DPW LDII Jambi itu tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan hidup dan jiwa usaha yang kokoh sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *