Ustaz Zainal Tekankan Ketertiban, Kemandirian, dan Budaya Hijau dalam Evaluasi Santri Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo

Muaro Jambi (22/9). Pengurus Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo, Ustaz Zainal Nuraidin, S.Pd.Gr., memberikan evaluasi sekaligus pembinaan kepada santri putra dan putri usai salat Subuh pada Selasa (22/9). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pondok tersebut menitikberatkan pada peningkatan ketertiban, pengelolaan waktu, serta pembentukan karakter mandiri sebagai bagian dari pendidikan pesantren.

Dalam arahannya, Ustaz Zainal menyoroti pentingnya menjaga kerapian barisan dalam berbagai kegiatan, mulai dari menunggu waktu salat, mendengarkan nasihat, mengikuti senam, hingga pelaksanaan apel. Menurutnya, ketertiban dalam membentuk barisan bukan sekadar aturan teknis, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surat Ash-Shaff yang menggambarkan orang-orang beriman bagaikan bangunan yang tersusun kokoh dan rapi.

“Barisan yang rapi itu disenangi Allah. Dalam Al-Qur’an disebutkan ka’annahum bunyanun marshush, yaitu seperti bangunan yang tersusun kokoh. Ketika barisan rapi, siapa pun yang melihat akan merasa senang. Dari kesan baik itu, informasi positif tentang pondok akan menyebar dengan sendirinya tanpa harus banyak promosi,” ujar Zainal.

Selain ketertiban, ia juga mengingatkan para santri untuk mampu mengatur waktu dengan baik. Menurutnya, manajemen waktu yang disiplin akan berdampak pada kualitas ibadah, kesehatan, dan aktivitas belajar para santri.

“Di sini termasuk pondok yang menerapkan waktu istirahat yang cukup baik. Jika kita tertib dan pandai mengatur waktu, insya Allah ibadah akan terasa nyaman dan dapat dilaksanakan dengan maksimal karena tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Zainal juga menyampaikan rencana pengembangan lingkungan pesantren melalui program penghijauan (go green). Dalam waktu dekat, pondok akan menerima bantuan bibit tanaman produktif yang akan ditanam di area pesantren.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan ada bantuan bibit tanaman produktif seperti durian, rambutan, mangga, dan tanaman lainnya. Ini menjadi langkah untuk menciptakan lingkungan pondok yang lebih hijau, asri, dan bermanfaat bagi warga pondok,” ungkapnya.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah kemandirian santri. Ia mengajak seluruh santri untuk membiasakan diri menjaga kerapian dari hal-hal sederhana, termasuk menata sandal milik sendiri maupun membantu merapikan sandal teman yang berserakan.

“Kemandirian dimulai dari hal kecil. Jika sandal kita tidak rapi, segera rapikan. Jika melihat sandal teman berantakan, bantu menatanya. Dari luarnya rapi, dalamnya juga rapi. Tidak hanya bangunan pondok yang tertata, tetapi pribadi setiap warga pondok juga harus rapi sehingga enak dipandang, nyaman, dan membuat siapa pun betah berada di lingkungan pesantren,” tuturnya.

Melalui evaluasi rutin tersebut, Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo terus berupaya menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan kemandirian kepada para santri. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam membentuk generasi berakhlak mulia yang siap berkontribusi bagi masyarakat di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *