
Muaro Jambi (25/10). Keberhasilan seorang santri tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dalam memahami pelajaran, tetapi juga oleh akhlak, kepedulian terhadap sesama, dan kebiasaan berbuat baik. Pesan tersebut ditekankan Ustaz Zainal Nuraidin, S.Pd., Gr., saat memberikan arahan kepada para santri Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo, Kabupaten Muaro Jambi.
Dalam arahannya, Ustaz Zainal yang menjabat Ketua Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPW LDII Provinsi Jambi itu mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan belajar, istirahat, dan pembinaan karakter. Menurutnya, kondisi fisik yang terjaga dan waktu istirahat yang cukup menjadi bagian penting agar santri dapat mengikuti serta menerima materi pembelajaran secara maksimal.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan santri dapat berjalan lancar sehingga proses pendidikan di pondok pesantren memberikan hasil yang optimal. Ia juga mendoakan agar para santri memperoleh kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat.
Menurut Ustaz Zainal, masa depan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh kepintaran, ketertiban dalam beribadah, ataupun nama baik yang dimiliki saat ini. Perjalanan hidup merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT yang tidak sepenuhnya diketahui manusia.
Karena itu, para santri diminta untuk terus belajar, memperbaiki diri, menjaga ibadah, serta membangun kebiasaan positif sejak dini. Sikap tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.

Selain menekankan pentingnya belajar dan menjaga ibadah, Ustaz Zainal juga mengajak para santri untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Ia mengingatkan bahwa menghargai orang lain, bersikap baik, dan ringan tangan dalam membantu sesama merupakan amalan yang memiliki nilai kebaikan.
“Bila kalian suka menghargai orang, respect sama orang lain, baik sama orang lain, peduli dengan orang lain, yakinlah Allah akan membalas amalan baikmu itu. Bila tidak kalian yang merasakan, nanti akan dinikmati anak turun kalian. Senanglah berbuat kebaikan, sekecil apa pun itu, kerjakanlah,” ujar Ustaz Zainal.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kepedulian tidak harus diwujudkan melalui tindakan besar. Perbuatan sederhana, seperti menghormati orang lain, membantu teman, menjaga kebersihan, dan memberikan perhatian kepada orang di sekitar, dapat menjadi bagian dari pembiasaan akhlak mulia.
Ia juga mengingatkan para santri agar menerapkan budaya 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun, terutama ketika menerima tamu yang datang ke pondok pesantren. Sikap ramah dan penghormatan kepada tamu merupakan cerminan karakter santri sekaligus representasi pendidikan akhlak yang diterapkan di lingkungan pesantren.
Melalui arahan tersebut, para santri diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang berilmu dan tertib beribadah, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, menghormati sesama, serta terbiasa menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ustaz Zainal berharap nilai-nilai tersebut terus diterapkan, baik selama berada di pondok pesantren maupun ketika kelak terjun ke tengah masyarakat. Dengan bekal ilmu, ibadah, dan akhlak yang baik, para santri diharapkan mampu meraih kesuksesan dunia dan akhirat serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi