
Sarolangun (14/10). Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sarolangun, Hariyono, mendorong pengurus Penggerak Pembina Generus (PPG) LDII Sarolangun untuk meningkatkan semangat, tanggung jawab, dan koordinasi dalam menghadapi persoalan kenakalan remaja. Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pengurus PPG LDII Sarolangun di Kecamatan Mandiangin, Sabtu (10/10/2026).
Dalam arahannya, Hariyono menegaskan bahwa persoalan kenakalan remaja bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pengurus PPG, khususnya bidang Bimbingan dan Konseling (BK).
Ia meminta para pengurus menjalankan amanah organisasi dengan sungguh-sungguh serta meningkatkan peran konseling dalam membantu mengidentifikasi persoalan yang dihadapi generasi muda dan mencari solusi yang tepat.
“Laksanakan tugas kepengurusan yang sudah diberikan dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Terutama berkaitan dengan kenakalan remaja, bidang konseling harus lebih intensif dalam menghadapinya dan ikut memberikan solusi terbaik,” ujar Hariyono.
Menurutnya, persoalan kenakalan remaja merupakan tantangan yang membutuhkan perhatian serius. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarpengurus perlu diperkuat agar setiap permasalahan dapat dibahas bersama dan ditangani secara tepat.
Hariyono juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan penggunaan gawai yang semakin luas menjadi tantangan tersendiri dalam pembinaan generasi muda. Tanpa pendampingan yang memadai, penggunaan teknologi secara tidak bijak dapat berdampak pada perilaku dan aktivitas anak-anak.
“Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat penggunaan gawai oleh anak-anak perlu mendapat perhatian lebih. Orang tua harus lebih jeli, terus memberikan nasihat, serta membimbing anak-anak agar memahami risiko dan menggunakan teknologi secara bijak,” tuturnya.

Ia menambahkan, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi sekaligus mendampingi anak-anak saat menggunakan perangkat digital. Pendekatan yang baik melalui komunikasi terbuka dan nasihat yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu mencegah munculnya perilaku yang menyimpang.
Selain itu, Hariyono menekankan pentingnya membangun koordinasi yang terbuka antara pengurus dan orang tua. Menurutnya, setiap persoalan yang muncul perlu disampaikan secara jujur agar dapat segera dicari jalan keluarnya tanpa saling menyalahkan.
“Pengurus dan orang tua harus saling berkoordinasi dalam menghadapi persoalan kenakalan remaja. Jangan saling menyalahkan, tetapi harus terbuka dan jujur agar permasalahan bisa ditangani dengan baik serta tidak meluas dan berdampak pada anak-anak lainnya,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Hariyono berharap FGD tersebut tidak berhenti pada diskusi dan pertukaran gagasan semata. Ia mendorong seluruh pengurus untuk menindaklanjuti hasil musyawarah menjadi langkah nyata yang dapat diterapkan dalam pembinaan generasi muda.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan generasi muda membutuhkan komitmen bersama, baik dari pengurus organisasi maupun orang tua. Dengan koordinasi yang baik, pendekatan yang tepat, dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan berbagai persoalan remaja dapat ditangani lebih dini sehingga generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter luhur dan bertanggung jawab. (Ali)
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi