
Kota Jambi (27/2). Nuansa khusyuk dan syahdu menyelimuti Masjid Tawakkal yang berada di RT 08, Kelurahan Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan, pada Kamis malam (26/02/2026). Di malam ke-29 Ramadhan 1447 H itu, lebih dari 300 jamaah yang memadati masjid tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah tarawih yang dipadukan dengan tausyiah inspiratif.
Hadir sebagai penceramah, Dewan Penasihat DPW LDII Provinsi Jambi, KH. Nur Hamid Hadi, S.Pd. mengupas tuntas tema yang relevan dengan esensi Ramadhan, yaitu Puasa sebagai Madrasah Kesabaran. Dalam tausyiahnya, ia menjelaskan bahwa konsep sabar dalam Islam tidaklah sempit.
“Sabar itu terbagi menjadi tiga pilar utama. Pertama, sabar dalam ketaatan, yaitu istiqamah menjalankan perintah Allah meskipun berat. Kedua, sabar dalam menjauhi kemaksiatan, yaitu menahan hawa nafsu dari godaan yang merusak. Dan ketiga, sabar ketika ditimpa musibah, yaitu tetap tegar dan berhusnuzan kepada Allah,” paparnya dengan lugas.
Untuk memberikan gambaran konkret, KH. Nur Hamid Hadi mengajak jamaah merenungi perjalanan hidup Nabi Yusuf Alaihissalam. Menurutnya, Nabi Yusuf adalah figur teladan dalam mengelola ujian hidup dengan kesabaran tingkat tinggi. “Bayangkan, sejak kecil beliau dibuang ke sumur oleh saudaranya sendiri, kemudian digoda oleh istri pejabat Mesir hingga berujung pada fitnah dan dipenjara. Namun, di setiap fase itu, beliau tidak pernah mengeluh atau kehilangan akhlak. Beliau tetap teguh memegang prinsip kesabaran hingga akhirnya Allah angkat derajatnya menjadi penguasa di negeri tersebut,” kisahnya.

Lebih lanjut, KH Nur Hamid juga mengingatkan jamaah untuk senantiasa mewaspadai penyakit hati yang dapat menggerogoti pahala ibadah. Ia menekankan bahwa konflik atau kebencian antar sesama sering kali muncul bukan karena kesalahan kita, melainkan karena ketidakmampuan orang lain menerima kebaikan yang ada pada diri kita.
“Oleh sebab itu, jangan mudah terpancing. Percayalah, buah dari kesabaran itu sangat manis. Di dunia, kita akan mendapatkan kemuliaan dan keberkahan hidup. Di akhirat, balasannya adalah surga yang penuh kenikmatan abadi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Tawakkal, H. Achiyar Rosidi, S.Sy, menjelaskan bahwa agenda tausyiah sebelum tarawih ini merupakan program rutin yang sengaja dihadirkan untuk memberikan nilai tambah bagi jamaah. “Kami ingin momen Ramadhan ini benar-benar menjadi ajang melipatgandakan pahala sekaligus meningkatkan kualitas keimanan. Ini adalah bagian dari upaya kami, khususnya warga LDII, untuk membina mental takwa, tidak hanya bagi internal tetapi juga masyarakat sekitar yang hadir,” ujar H. Achiyar.
Respon positif pun mengalir deras dari para jamaah. Salah seorang peserta tarawih, Rama Martin (32), mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia merasa bahwa hikmah yang didapatkan setiap malamnya mampu memotivasi dirinya untuk terus memperbaiki kualitas ibadah.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan siraman rohani seperti ini. Biasanya kita hanya salat lalu pulang. Sekarang ada ilmu yang bisa kita bawa pulang dan aplikasikan. Ini memotivasi saya untuk tidak hanya rajin di bulan Ramadhan saja, tapi istiqamah di bulan-bulan berikutnya,” ungkapnya penuh semangat.
Kegiatan tausyiah ini direncanakan akan terus berlangsung secara rutin setiap malam selama bulan suci Ramadhan. Diharapkan, melalui pemahaman yang mendalam tentang makna puasa, seluruh jamaah dapat meraih predikat mulia sebagai insan yang bertakwa.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi