
Muaro Jambi (11/10). Ketua Pondok Pesantren Tawakal Sebapo, Ustaz Zainal Nuraidin, S.Pd.Gr., memberikan evaluasi sekaligus tausiyah kepada puluhan santri dalam kegiatan ba’da Subuh di aula Pondok Pesantren Tawakal Sebapo, Desa Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (11/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para santri untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun karakter yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Mengawali tausiyah, Ustaz Zainal mengajak para santri untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT, termasuk suasana pagi yang sejuk setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada malam sebelumnya.
“Alhamdulillah, cuaca pagi ini cukup sejuk. Tadi malam kita diberi rahmat berupa hujan yang cukup deras. Ini sudah yang kesekian kalinya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPW LDII Provinsi Jambi itu.
Menurutnya, rasa syukur harus diwujudkan melalui perilaku positif dan kesungguhan dalam memperbaiki diri. Ia mengingatkan bahwa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik harus dimulai dari kesadaran pribadi, bukan sekadar menunggu arahan atau teguran dari orang lain.
Ustaz Zainal kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Ra’d ayat 11, yang menjelaskan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.

“Di pondok ini kita harus bisa berubah menjadi semakin baik. Apa yang harus berubah? Semuanya, mulai dari karakter, ucapan, ketertiban, hingga sopan santun,” tegasnya di hadapan para santri.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan masa belajar di pondok pesantren untuk membentuk kepribadian dan memperdalam pemahaman agama. Menurutnya, proses menjadi pribadi yang lebih baik harus dilakukan sejak sekarang, tanpa menunda-nunda kesempatan yang ada.
“Hidup itu harus berusaha menjadi lebih baik. Jangan menunggu nanti, jangan menunggu besok, jangan menunggu tua, bahkan jangan menunggu sakit. Segera berupaya agar menjadi lebih baik,” pesannya.
Dalam sesi evaluasi, Ustaz Zainal turut menyoroti kedisiplinan santri dalam menjalankan ibadah sunah. Ia mengingatkan bahwa kebiasaan baik, seperti melaksanakan salat Duha dan bangun malam untuk menunaikan salat tahajud, perlu ditingkatkan melalui kesadaran dan komitmen bersama.
“Masih ada yang belum tertib salat Duha. Masih ada yang kurang tertib bangun malam untuk tahajudnya, bahkan mencari tempat untuk pindah istirahat,” ungkapnya saat memberikan evaluasi.
Ia berharap para santri tidak hanya memahami nasihat yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata. Kedisiplinan, menurutnya, perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten.

Lebih lanjut, Ustaz Zainal mengajak seluruh santri untuk menciptakan lingkungan pondok pesantren yang kondusif dengan membudayakan sikap saling mengingatkan, memberikan teladan, menjaga kebersihan, serta berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.
“Ayo kita buat sistem yang baik di pondok ini. Saling memberi contoh kebaikan, saling menasihati, saling peduli, saling mengingatkan, dan saling berlomba mencari pahala. Jangan lupa peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ajaknya.
Melalui kegiatan evaluasi dan tausiyah ba’da Subuh tersebut, para santri diharapkan semakin termotivasi untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan kedisiplinan beribadah, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan pondok.
Ustaz Zainal menegaskan bahwa perubahan positif tidak cukup hanya menjadi keinginan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.
“Ayo berusaha berubah menjadi lebih baik. Ayo tertib,” pungkasnya.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi