Dari Rumah, Karakter Anak Dibentuk: LDII Pematang Kandis Perkuat Peran Orang Tua

Merangin (8/10). Pendidikan anak tidak berhenti di ruang kelas atau tempat pengajian. Lingkungan keluarga justru menjadi ruang pertama tempat anak belajar mengenal nilai, membangun karakter, dan mencontoh perilaku orang-orang terdekatnya. Karena itu, peran orang tua dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk akhlak dan masa depan anak.

Hal tersebut menjadi perhatian Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Pematang Kandis melalui kegiatan pembinaan orang tua yang digelar di Masjid Baitul Makmur, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Kamis (8/10/2026) malam. Puluhan orang tua mengikuti kegiatan tersebut untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya perhatian dan pendampingan terhadap perkembangan anak.

Materi diawali Ustaz Hasbiana Walad yang membahas tafsir hadis mengenai peran dan tanggung jawab orang tua terhadap anak. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pendidikan agama dan pembentukan akhlak anak tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada sekolah maupun lembaga pengajian.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan terdekat bagi seorang anak. Sikap, ucapan, kebiasaan, serta keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter anak.

Karena itu, orang tua perlu memberikan perhatian dan pendampingan secara konsisten, terutama di tengah perkembangan zaman yang menghadirkan berbagai tantangan baru bagi anak.

Selain materi tentang peran orang tua, kegiatan tersebut juga diisi dengan laporan perkembangan anak-anak yang mengikuti kegiatan pengajian. Ustaz Irvan menyampaikan perkembangan peserta didik, mulai dari tingkat kehadiran, keaktifan dalam mengikuti pembelajaran, hingga kemampuan masing-masing anak.

Menurut Irvan, pemantauan tersebut penting dilakukan agar proses pembinaan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan setiap anak.

Ia menjelaskan, pembagian pembelajaran dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan masing-masing peserta didik. Dengan demikian, materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak sehingga proses belajar berlangsung secara bertahap dan efektif.

“Kami terus memantau perkembangan anak-anak, baik dari tingkat kehadiran maupun kemampuan mereka dalam mengikuti pengajian. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda sehingga pembelajaran perlu disesuaikan agar mereka dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya masing-masing,” ujar Irvan.

Kegiatan tersebut turut didampingi Dewan Penasihat PAC LDII Pematang Kandis, Bahruddin, Wakil Dewan Penasihat PAC LDII Pematang Kandis, Sobani, serta para pengajar.

Kehadiran para orang tua dan pengajar dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam memantau perkembangan anak. Kolaborasi antara keluarga dan pengajar dinilai penting agar pendidikan dan pembinaan anak dapat berjalan secara berkesinambungan.

PAC LDII Pematang Kandis berharap kegiatan tersebut semakin meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pendidikan keluarga. Perhatian, keteladanan, komunikasi, serta pendampingan yang diberikan secara konsisten diharapkan dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berilmu, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Pada akhirnya, pembentukan karakter anak bukanlah proses yang berlangsung dalam semalam. Ia tumbuh dari kebiasaan yang dibangun setiap hari, terutama dari lingkungan terdekat anak: keluarga. (Oet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *