Kunci Hati Tenang, LDII Sarolangun Ajak Jamaah Perkuat Syukur dan Sedekah

Sarolangun (8/9). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sarolangun kembali menggelar pengajian secara hibrid pada Senin malam (7/9). Kegiatan tersebut diikuti seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kabupaten Sarolangun melalui studio mini masing-masing.

Pengajian berlangsung khidmat meski dilaksanakan secara daring melalui Zoom. Kegiatan diawali oleh Ustaz Abdul Qodir yang melakukan pengecekan kehadiran setiap PAC sekaligus memastikan kesiapan perangkat audio dan video yang digunakan selama pengajian.

Dalam arahannya, Abdul Qodir mengimbau seluruh peserta untuk tetap mengikuti rangkaian pengajian dengan saksama meskipun tidak berlangsung secara tatap muka.

“Mohon ikuti pengajian ini dengan saksama. Walaupun tidak bertatap muka secara langsung, kita tetap dapat mengikuti melalui media Zoom dan media lainnya,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai tata cara salat yang benar sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadis oleh Ustaz Hariyono. Ia mengingatkan jamaah bahwa salat merupakan salah satu amalan utama yang akan menjadi perkara pertama yang diperhitungkan pada hari kiamat.

“Amalan salat merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat. Karena itu, kita harus menjaga salat, baik gerakan maupun bacaannya, agar benar dan sesuai tuntunan,” jelas Hariyono.

Selain membahas tata cara salat, pengajian juga menjadi momentum untuk mengingatkan jamaah mengenai pentingnya mensyukuri berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Dewan Penasihat DPD LDII Sarolangun, Arfiyudi Eka Saputra, S.E., M.E., saat memberikan tausiah sekaligus menutup rangkaian kegiatan.

Arfiyudi mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Menurutnya, rasa syukur merupakan kewajiban sekaligus salah satu jalan untuk memperoleh tambahan nikmat.

“Syukur atas nikmat Allah merupakan kewajiban kita. Dengan bersyukur, Allah akan menambah nikmat yang telah diberikan kepada kita,” tuturnya.

Ia menyebut terdapat tiga nikmat yang sangat besar dalam kehidupan manusia, yakni lingkungan yang aman, tubuh yang sehat, serta tersedianya makanan pada hari tersebut. Ketiga hal itu, menurutnya, sering kali dianggap biasa, padahal merupakan nikmat yang sangat berharga.

“Kalau kita diberikan tiga nikmat ini, itu merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Kita mendapatkan nikmat yang sangat besar,” ungkapnya.

Arfiyudi juga mengajak jamaah membiasakan diri melihat kondisi orang-orang yang berada di bawah dalam hal kehidupan dan ekonomi. Dengan demikian, seseorang diharapkan lebih mudah menyadari berbagai nikmat yang telah dimilikinya dan tumbuh menjadi pribadi yang pandai bersyukur.

“Syukur atas nikmat merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan rida Allah SWT dan menjadi sebab datangnya tambahan nikmat. Karena itu, kita harus berusaha mencari jalan untuk meningkatkan rasa syukur,” katanya.

Tidak hanya mengajak memperkuat rasa syukur, Arfiyudi juga mendorong jamaah untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah. Ia menekankan pentingnya menyisihkan sebagian harta untuk mendukung kegiatan ibadah dan kemaslahatan umat, termasuk pembangunan masjid serta berbagai fasilitas keagamaan.

“Mari kita bersama-sama meningkatkan sedekah. Kegiatan keagamaan juga membutuhkan biaya agar dapat berjalan dengan baik. Orang yang banyak bersedekah tidak akan menjadi melarat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa sebagian harta yang dimiliki seseorang terdapat hak orang lain yang perlu ditunaikan. Karena itu, harta hendaknya tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

“Jangan kita makan sendiri sehingga menjadi orang yang serakah. Di dalam harta kita ada hak orang lain. Kita ambil secukupnya dan sisihkan sebagian untuk bersedekah. Dengan begitu, harta yang kita miliki menjadi lebih berkah,” pungkasnya.

Kegiatan pengajian hibrid tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, DPD LDII Kabupaten Sarolangun berharap jamaah tidak hanya meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai syukur, kepedulian, dan gemar bersedekah dalam kehidupan sehari-hari. (Ali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *