
Sarolangun (5/9). Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sarolangun, Arfiyudi, membakar semangat ratusan generasi muda LDII dalam Pengajian Khusus Muda-Mudi LDII Sarolangun, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (5–6 September 2026), tersebut digelar di Masjid Nurussalam, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Sarolangun. Pengajian menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus menumbuhkan semangat berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam tausiyahnya, Arfiyudi mengajak generasi muda untuk senantiasa bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah Swt., terutama kesehatan dan kesempatan untuk menjalani kehidupan. Menurutnya, kesehatan dan umur yang panjang merupakan amanah yang harus dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kegiatan positif, termasuk memperdalam ilmu agama.
“Alhamdulillah, kita diberikan kesehatan dan umur panjang yang barokah, sehingga bisa kita manfaatkan untuk hal kebaikan, termasuk mengikuti kegiatan pengajian ini,” ajak Arfiyudi.

Tidak hanya menekankan pentingnya rasa syukur, Arfiyudi juga mendorong para pemuda agar memiliki semangat untuk berkontribusi dalam dakwah dan kehidupan sosial. Ia menilai, perjuangan tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar, tetapi dapat dimulai dari membangun akhlak dan karakter yang baik.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam memberikan teladan di tengah masyarakat. Karena itu, pemuda perlu membekali diri dengan akhlak yang baik, karakter yang kuat, serta semangat untuk terus berbuat positif.
“Sebagai generasi muda harus memiliki jiwa juang yang tinggi, punya akhlak baik dan karakter yang baik, sehingga bisa dicontoh generasi muda lainnya,” ujarnya.
Arfiyudi juga mengingatkan pentingnya memiliki semangat dan niat untuk berbuat kebaikan. Ia mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi peserta dalam berbagai kegiatan keagamaan, tetapi juga mengambil peran secara aktif sesuai kemampuan masing-masing.

Dalam tausiyah tersebut, Arfiyudi turut menceritakan perkembangan Islam di berbagai wilayah pada masa lalu. Menurutnya, keberlangsungan kehidupan keagamaan membutuhkan pembinaan dan regenerasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Tanpa adanya pembinaan terhadap generasi penerus, keberadaan sebuah komunitas keagamaan berpotensi mengalami kemunduran.
“Agama Islam di luar sana dulu sangat berkembang, tetapi sekarang hilang karena tidak ada pembinaan dan perawatan di sana, bahkan menjadi wisata religi saja,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arfiyudi berharap generasi muda LDII Sarolangun mampu mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan pembinaan keagamaan. Ia mengajak para pemuda untuk tidak menyia-nyiakan waktu dan senantiasa menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan sosial, keagamaan, maupun berbagai aktivitas positif merupakan bagian dari upaya menumbuhkan semangat perjuangan dalam kebaikan.
“Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk berbuat baik dan melakukan hal yang bermanfaat. Itu juga termasuk berjuang dalam kebaikan,” harap Arfiyudi.
Pesan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para peserta untuk semakin aktif dalam kegiatan keagamaan sekaligus membangun karakter generasi muda yang berakhlak, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Pengajian khusus muda-mudi yang berlangsung selama dua hari itu pun menjadi ruang bagi generasi muda LDII Sarolangun untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan pemahaman agama, serta menumbuhkan komitmen untuk terus berkontribusi melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (Ali)
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi