
Merangin (31/5). Suasana haru sekaligus penuh kebanggaan menyelimuti acara pelepasan santri dan santriwati kelas XII Ulya serta kelas XI Wusthi Miftahul Huda Boarding School, Sabtu (30/5). Sebanyak 450 santri dinyatakan telah menyelesaikan masa pendidikan mereka di Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Huda Mentawak, Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.
Kegiatan yang digelar di bawah naungan DPD LDII Kabupaten Merangin ini menjadi momen penting bagi para lulusan sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau mengabdikan diri di masyarakat.
Acara pelepasan turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin, H. Khusaini, S.Ag., M.H., Ketua Yayasan Miftahul Huda Mentawak, Ir. Luluk Miftahudin, Kepala Sekolah Miftahul Huda Boarding School, Wiji Handoyo, S.Pd., Ketua DPD LDII Kabupaten Merangin H. Sofyan, serta jajaran pengurus, dewan guru, dan para orang tua santri.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin, H. Khusaini, mengapresiasi peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang berimbang antara ilmu pengetahuan, akhlak, dan nilai keagamaan.
“Lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Saya berharap para lulusan dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing serta terus mengembangkan ilmu yang telah diperoleh,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Merangin, H. Sofyan, memberikan motivasi agar para santri tidak berhenti belajar dan tetap menjaga karakter luhur yang telah diasah di pondok.

“Kami berharap para lulusan menjadi generasi profesional religius yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal meraih kesuksesan dunia dan akhirat,” pesannya.
Kepala Sekolah Miftahul Huda Boarding School, Wiji Handoyo, S.Pd., juga menyampaikan bahwa para santri telah dibekali pendidikan agama, akademik, serta pembinaan karakter khas boarding school.
“Kami berharap seluruh lulusan dapat menjaga nama baik almamater, terus meningkatkan kemampuan diri, serta menjadi pribadi yang berakhlakul karimah dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Momen paling mengharukan terjadi saat perwakilan santri kelas XII Ulya, Muhammad Maulana, menyampaikan kesan dan pesan perpisahan. Dengan suara bergetar, ia mengucapkan terima kasih kepada para guru, pengurus pondok, dan orang tua.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ustaz, ustazah, dewan guru, dan pengurus pondok yang telah mendidik kami dengan penuh sabar dan ikhlas. Ilmu dan nasihat yang kami terima akan menjadi bekal berharga dalam menjalani kehidupan. Kami mohon doa agar bisa mengamalkan ilmu dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” tutur Maulana penuh haru.
Acara pelepasan semakin semarak dengan penampilan santri, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, persembahan seni Islami, pemberian penghargaan untuk santri berprestasi, serta prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat. Para orang tua yang hadir tampak haru sekaligus bangga menyaksikan putra-putri mereka telah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kesuksesan seluruh lulusan dalam menapaki jenjang kehidupan selanjutnya.
Pelepasan 450 santri ini menjadi bukti komitmen Miftahul Huda Boarding School dalam melahirkan generasi muda yang berakhlakul karimah, unggul dalam ilmu pengetahuan, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama. Momentum ini sekaligus menandai babak baru bagi para lulusan untuk mengabdi dan berkontribusi di tengah masyarakat sebagai generasi penerus bangsa yang profesional dan religius. (Oet)
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi