
Jambi (24/4). Di balik pagar kuning Pondok Pesantren Tawakkal, Kelurahan Wijayapura, Kecamatan Jambi Selatan, terdengar suara hentaman pukulan tangan dan hentakan kaki yang teratur. Rabu sore (22/4) itu, para santri tengah berlatih pencak silat di bawah bimbingan pelatih dari Perguruan PERSINAS ASAD. Kehadiran TVRI Jambi merekam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Stasiun televisi publik itu ingin menyoroti kolaborasi unik antara pesantren dan perguruan silat dalam mencetak generasi berkarakter.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jambi, H. Wahyudi, SE, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Ponpes Tawakkal sudah berjalan lebih dari lima tahun. “Kami tidak hanya mengajarkan jurus dan pukulan. Melalui silat, kami menanamkan disiplin, rasa hormat, dan ketangguhan mental. Santri yang berlatih silat kami didik untuk menjadi ksatria yang rendah hati,” ujar H. Wahyudi di sela-sela peliputan.
Sekretaris PERSINAS ASAD, Muhaimin, SH, yang juga salah satu Guru di pesantren itu menambahkan, bahwa pesantren memberikan ruang yang ideal bagi pembinaan karakter karena para santri tinggal dalam lingkungan yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan. “Silat menjadi medium. Tawakal yang juga nama pesantren ini adalah filosofi utama. Kami ingin santri tidak hanya kuat fisik, tetapi juga kuat iman dan pasrah setelah berikhtiar,” kata Muhaimin.

Pelatih Kevin Philips yang memimpin langsung latihan terlihat sabar mengoreksi gerakan demi gerakan. Menurutnya, santri memiliki keunggulan dalam hal kedisiplinan waktu dan kepatuhan pada instruktur. “Mereka tidak banyak protes. Mereka hanya fokus. Itu modal besar untuk jadi atlet,” ujarnya.
Salah satu santri sekaligus atlet berbakat, Ilham Ainu Rofiq, pernah merasakan kerasnya pertandingan di PON Aceh-Sumut lalu. Bagi Ilham, silat yang ia pelajari di pesantren mengajarkan keseimbangan hidup. “Kunci sukses saya sederhana: disiplin dari pelatih dan tawakal dari doa orang tua serta guru pesantren. Latihan fisik dan teknik itu wajib, tapi tanpa karakter, semua percuma. Di sinilah tempat saya menemukan keduanya,” tutur Ilham dengan mata teduh.

H. Wahyudi berharap liputan TVRI Jambi ini bisa memotivasi lebih banyak pesantren di Jambi untuk menggandeng perguruan silat dalam membina santri. “Target kami, dari kolaborasi ini lahir atlet nasional sekaligus kader bangsa yang berakhlak. Insya Allah, kami terus melangkah,” pungkasnya.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi