
Muaro Jambi (6/3). Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Manshurin di Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, saat jamaah shalat Jumat (6/3) menerima nasihat spiritual dari Ustaz Khoirul Huda. Dalam tausiyahnya, sang ustaz mengingatkan bahwa umat Islam telah menapaki separuh perjalanan Ramadan dan kini memasuki fase kedua yang tak kalah penting untuk diisi dengan peningkatan kualitas ibadah.
“Hari ini kita telah memasuki hari ke-16 Ramadan. Artinya, malam nanti kita akan menyambut malam ke-17 yang dikenal sebagai malam Nuzulul Qur’an. Ini adalah momentum berharga untuk merenungi kembali bagaimana Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia,” ujar Ustaz Khoirul Huda di hadapan jamaah dengan suara lantang namun penuh kelembutan.
Mengawali tausiyahnya, pria yang dikenal dengan dakwahnya yang menyejukkan itu mengajak jamaah untuk tidak menyia-nyiakan sisa hari di bulan suci. Ia menekankan bahwa keberhasilan menjalani setengah pertama Ramadan harus disambung dengan semangat yang sama, bahkan lebih, di separuh kedua.
“Mari kita semangatkan ibadah hingga sukses satu bulan penuh berpuasa. Jangan sampai di awal kita rajin, namun di akhir mulai kendor. Ramadan adalah madrasah tahunan yang melatih kita untuk istiqomah,” pesannya.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Khoirul Huda juga mengingatkan jamaah untuk tidak melupakan amalan-amalan sunah yang pahalanya begitu besar. Ia menyebut shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, bersedekah, serta upaya sungguh-sungguh mencari malam Lailatul Qadar sebagai momentum berharga yang sayang untuk dilewatkan.

“Amalan sunah di bulan ini pahalanya seperti amalan wajib di bulan lain. Maka perbanyaklah membaca Al-Qur’an, perpanjang sujud dalam tahajud, dan luaskan tangan untuk bersedekah. Jangan biarkan Ramadan berlalu tanpa kita meraih keberkahannya,” tuturnya dengan nada menggugah.
Tak lupa, ia menyentuh soal kewajiban yang kerap terlambat disadari umat Islam, yakni zakat fitrah. Menurutnya, zakat fitrah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan kewajiban setiap muslim yang mampu, sebagai penyempurna puasa dan pembersih jiwa.
“Yang tidak boleh ditinggalkan menjelang akhir Ramadan adalah zakat fitrah. Ini adalah kewajiban tiap-tiap orang Islam, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan. Jangan tunggu mepet, segera tunaikan agar saudara-saudara kita yang membutuhkan bisa ikut merasakan kebahagiaan Idul Fitri,” imbaunya.
Salah seorang jamaah, Imam Syafi’i (43), mengaku tersentuh dengan pesan yang disampaikan Ustaz Khoirul Huda. Ia merasa diingatkan kembali untuk tidak lengah di pertengahan Ramadan.
“Pesannya sangat menyentuh. Kadang kita di awal puasa semangat, tapi menjelang akhir mulai sibuk dengan persiapan lebaran sampai ibadah jadi lalai. Hari ini benar-benar jadi pengingat bagi saya pribadi,” ungkapnya usai shalat Jumat.
Menutup khutbahnya, Ustaz Khoirul Huda memanjatkan doa agar seluruh amal ibadah jamaah diterima Allah SWT dan diganjar dengan surga-Nya yang penuh kenikmatan.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi