Tiga Bulan Jelang Ramadan, LDII Mingkung Jaya Perkuat Pemahaman Puasa Lewat Kajian Tafsir Al-Qur’an

Muaro Jambi (5/11). Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam perlu mempersiapkan diri sejak dini, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga pemahaman agama. Semangat itulah yang melatarbelakangi kajian tafsir Al-Qur’an yang disampaikan Ustaz Yusuf di Masjid Al Manshurin, Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (5/11/2026).

Dalam kajian tersebut, Ustaz Yusuf mengajak jamaah untuk mulai mendalami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kewajiban menjalankan ibadah puasa. Mengingat waktu menuju Ramadan masih sekitar tiga bulan tiga hari, ia menilai kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri agar ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan pemahaman yang benar.

Dengan metode kajian ayat demi ayat, Ustaz Yusuf membahas kandungan Surah Al-Baqarah ayat 183 hingga 185. Ketiga ayat tersebut menjadi pokok pembahasan karena memuat landasan kewajiban berpuasa, ketentuan bagi orang yang memiliki uzur, serta petunjuk mengenai datangnya bulan Ramadan.

Dalam penyampaiannya, ia menguraikan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, ibadah puasa merupakan sarana membentuk ketakwaan, melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, serta meningkatkan kualitas hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Ustaz Yusuf yang berasal dari Garut, Jawa Barat, mengingatkan jamaah agar tidak menunggu Ramadan tiba untuk mulai mempelajari ketentuan-ketentuan ibadah puasa. Menurutnya, persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari akan membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan lebih baik dan penuh kesadaran.

“Mumpung masih ada waktu beberapa bulan ke depan, mari kita pahami betul ayat-ayat ini. Dengan memahami kandungan dan ketentuannya, kita berharap ibadah puasa yang kita jalankan nanti bisa sukses, sesuai dengan tuntunan agama,” pesannya.

Ia juga mengajak jamaah untuk memanfaatkan kesempatan hidup yang masih diberikan Allah SWT dengan memperbanyak amal ibadah dan meningkatkan kesiapan menyambut Ramadan. Sebab, tidak ada seorang pun yang dapat memastikan apakah dirinya masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan penuh keberkahan tersebut.

“Harapan kita bersama, semoga Allah memberikan umur yang panjang dan barokah kepada kita semua sehingga bisa menjumpai bulan Ramadan mendatang. Karena itu, mari kita manfaatkan waktu yang ada untuk memperbaiki diri dan meningkatkan pemahaman agama,” ungkapnya.

Kajian tersebut mendapat perhatian dari jamaah yang hadir. Pembahasan secara berurutan mulai ayat 183 hingga 185 Surah Al-Baqarah memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami keterkaitan antara kewajiban puasa, tujuan pembentukannya, serta berbagai ketentuan yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya.

H. Mujadi, Dewan Penasihat PAC LDII Mingkung Jaya, menyambut baik kegiatan kajian tafsir tersebut. Menurutnya, pembinaan keagamaan seperti ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadan.

Ia berharap kegiatan pengajian dan pendalaman Al-Qur’an dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga jamaah tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga terdorong untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kajian ini, jamaah diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri, baik dengan memperdalam ilmu agama, membiasakan amalan kebaikan, maupun memperbaiki kualitas ibadah.

Ramadan bukan sekadar agenda tahunan yang datang dan berlalu. Bulan suci tersebut merupakan kesempatan istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki kualitas diri. Karena itu, memahami kewajiban puasa sejak dini menjadi salah satu langkah penting agar Ramadan mendatang dapat dijalani dengan lebih siap, khusyuk, dan bermakna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *