
Muaro Jambi (5/11). Padamnya aliran listrik tak menyurutkan semangat puluhan santri Pondok Pesantren Tawakkal di Desa Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, untuk menimba ilmu agama. Di tengah suasana ruangan yang hanya diterangi cahaya seadanya, para santri tetap duduk melingkar dengan tertib dan khusyuk mengikuti nasihat ba’da Maghrib, Kamis (5/11/2026).
Suasana sederhana tersebut justru menghadirkan nuansa kebersamaan dan kesungguhan dalam menuntut ilmu. Tidak ada keluhan meskipun fasilitas penerangan terbatas. Para santri tetap menyimak setiap nasihat yang disampaikan Ustaz Faqih Abdillah, Anggota Dewan Penasihat DPD LDII Kota Jambi, yang hadir memberikan motivasi dan pembinaan keagamaan.
Dalam kesempatan itu, Ustaz Faqih mengingatkan pentingnya menanamkan rasa syukur kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Menurutnya, seorang muslim harus senantiasa memiliki keyakinan bahwa setiap ketentuan Allah mengandung hikmah dan pelajaran bagi kehidupan.
“Dalam kondisi apa pun kita patut bersyukur kepada Allah. Pada dasarnya, apa pun yang terjadi kepada kita merupakan bagian dari ketentuan terbaik Allah untuk kita,” tuturnya di hadapan para santri.

Selain mengajak para santri memperkuat rasa syukur, ia juga menyampaikan nasihat tentang kehidupan setelah kematian. Materi tersebut mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara sehingga setiap muslim perlu mempersiapkan bekal keimanan dan amal saleh sebelum menghadap Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa setelah seseorang meninggal dunia dan dimakamkan, terdapat fase pertanggungjawaban atas kehidupan yang telah dijalani. Karena itu, menjaga keimanan selama hidup menjadi perkara penting yang tidak boleh diabaikan.
“Ketika kita meninggal dunia, setelah dimakamkan, kita akan menghadapi pertanyaan malaikat. Karena itu, selama masih diberi kesempatan hidup, jagalah keimanan dan persiapkan diri dengan memperbanyak amal kebaikan,” pesannya.
Ustaz Faqih juga mendorong para santri agar tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Kesungguhan belajar harus diwujudkan dengan usaha memahami setiap materi yang disampaikan, sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar dapat diamalkan dan memberikan manfaat bagi orang lain.
“Kalian, para santri, bersungguh-sungguhlah dalam mempelajari ilmu. Berusahalah sampai benar-benar paham agar ilmu tersebut bisa memberikan manfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Ia turut mengingatkan bahwa tantangan kehidupan pada masa mendatang semakin kompleks. Di tengah derasnya perubahan zaman, para santri diharapkan mampu menjaga hidayah keimanan sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang tangguh, berilmu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pimpinan Pondok Pesantren Tawakkal, Ustaz Zainal Nuraidin, mengapresiasi kehadiran dan perhatian Ustaz Faqih Abdillah yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pembinaan kepada para santri.

“Alhamdulillah, walaupun beliau memiliki kesibukan dengan berbagai kegiatan di Kota Jambi, masih menyempatkan diri hadir dan memberikan motivasi kepada para santri. Tentu ini menjadi penyemangat bagi anak-anak dalam menuntut ilmu,” ungkap Zainal.
Manfaat pembinaan tersebut juga dirasakan langsung oleh para santri. Yunus, salah seorang santri Pondok Pesantren Tawakkal, mengaku tersentuh dengan nasihat yang disampaikan. Ia merasa semakin termotivasi untuk belajar dan berusaha mewujudkan cita-citanya menjadi seorang mubaligh.
“Kisah-kisah yang beliau sampaikan benar-benar menyentuh hati dan menginspirasi kami untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita menjadi mubaligh. Harapannya, kelak kami bisa menjadi orang yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Yunus.
Kegiatan nasihat ba’da Maghrib tersebut menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan yang dilaksanakan Pondok Pesantren Tawakkal dalam membentuk karakter dan meningkatkan pemahaman agama para santri.
Sejalan dengan komitmen Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam membina generasi penerus, pendidikan di lingkungan pesantren diarahkan untuk mewujudkan generasi yang memiliki tiga target utama, yakni berakhlak mulia, alim-faqih atau memiliki pemahaman agama yang mendalam, serta mandiri.
Melalui pembiasaan ibadah, pendalaman ilmu agama, pembentukan karakter, dan penanaman tanggung jawab, Pondok Pesantren Tawakkal berupaya mempersiapkan santri agar tidak hanya memiliki bekal keagamaan, tetapi juga mampu menghadapi tantangan kehidupan.
Malam itu, padamnya lampu memang membuat suasana pesantren sedikit berbeda. Namun, semangat para santri untuk belajar tetap menyala. Dari ruang sederhana di Desa Sebapo, harapan untuk melahirkan generasi beriman, berilmu, berakhlak, dan mandiri terus dirawat melalui pendidikan dan dakwah.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi