Tanamkan 29 Karakter Luhur LDII, Ponpes Tawakkal Sebapo Bentuk Santri Mandiri dan Kompak

Muaro Jambi (3/11). Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo terus berkomitmen membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penerapan 29 karakter luhur Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang secara konsisten ditanamkan kepada seluruh santri.

Pembiasaan karakter positif, seperti kemandirian, kerja sama, kerukunan, dan kekompakan, menjadi bagian penting dari pendidikan di lingkungan pesantren. Nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran dan nasihat, tetapi juga dipraktikkan secara langsung dalam berbagai aktivitas keseharian santri.

Salah satu bentuk penerapannya terlihat dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo yang berlokasi di Desa Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut diikuti puluhan santri putra dan putri dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Pimpinan Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo, Ustaz Zainal Nuraidin, S.Pd., Gr. mengatakan bahwa penanaman 29 karakter luhur LDII dilakukan secara berkesinambungan. Menurutnya, pembentukan karakter menjadi bekal penting bagi santri, terutama ketika kelak terjun ke tengah masyarakat sebagai pendakwah.

“Di sinilah mereka dididik untuk membiasakan karakter-karakter baik. Sebab, ke depannya mereka akan menjadi seorang dai atau daiyah yang terjun langsung ke masyarakat. Jika ilmu yang dibawa tidak diimbangi dengan karakter yang baik, maka ilmu tersebut tidak akan memberikan manfaat secara maksimal,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, melainkan juga menjadi lingkungan pendidikan untuk membangun kepribadian, kedisiplinan, kepedulian, dan kemampuan bersosialisasi.

Melalui kegiatan sederhana seperti membersihkan lingkungan, para santri dilatih memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebersihan bersama sekaligus membangun kebiasaan saling membantu. Mereka juga belajar bahwa pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan apabila dilakukan dengan semangat rukun dan kompak.

Antusiasme tersebut dirasakan langsung oleh salah satu santri, Jayyidu Jiddan. Ia mengaku senang mengikuti kegiatan bersih-bersih karena dapat bekerja bersama teman-temannya.

“Walaupun area yang dibersihkan cukup luas, karena dikerjakan bersama-sama, pekerjaan menjadi lebih ringan dan menyenangkan,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Setelah seluruh area pesantren selesai dibersihkan, kegiatan ditutup dengan makan bersama. Momen tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara para santri.

Melalui pembiasaan yang dilakukan secara rutin, Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo berharap para santri mampu mengamalkan 29 karakter luhur LDII, tidak hanya selama berada di lingkungan pesantren, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menjadi teladan dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *