
Tanjab Barat (11/10). Ratusan jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dari Kecamatan Tungkal Ilir dan Betara memadati Masjid Hidayatul Ula, Jalan H.M. Nudin, Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Minggu (11/10/2026). Mereka mengikuti pengajian umum tingkat kecamatan yang dirangkai dengan kegiatan Asrama Cinta Alam Indonesia (CAI) sebagai upaya meningkatkan pemahaman agama, mempererat silaturahmi, dan membentuk karakter luhur jamaah.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 15.30 WIB tersebut diikuti oleh jamaah serta jajaran pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII dari kedua kecamatan. Rangkaian acara meliputi penyampaian materi keagamaan, pembinaan karakter, presentasi makalah CAI, serta nasihat yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan jamaah sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan antarwarga LDII.

“Alhamdulillah, ratusan jamaah dari dua kecamatan hadir dan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan pengajian bersama ini juga menjadi langkah untuk meningkatkan efektivitas dakwah sekaligus membangun kebersamaan di antara jamaah dari wilayah yang berbeda.
“Dengan berkumpulnya jamaah dari dua kecamatan, ikatan persaudaraan menjadi semakin erat,” tambahnya.
Dalam tausiah keagamaan, Ustaz Ridwan mengingatkan jamaah agar senantiasa memanfaatkan dua nikmat yang kerap terlupakan, yakni waktu sehat dan waktu luang. Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan kesempatan berharga untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta memberikan manfaat bagi sesama.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ustaz Sarifuddin yang mengangkat tema pentingnya menjauhi perbuatan maksiat. Ia mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga keimanan dan berhati-hati dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* (AI), yang kini mampu meniru wajah seseorang.
“Sebagai orang iman, ketika membuat kesalahan, hendaklah langsung ingat kepada Allah,” pesannya.

Dalam pemaparannya, Ustaz Sarifuddin juga menjelaskan sejumlah faktor yang dapat mendorong seseorang melakukan kemaksiatan, antara lain lemahnya iman, pengaruh lingkungan dan pergaulan yang buruk, tidak menjaga pandangan, menyia-nyiakan waktu luang, serta menganggap remeh dosa. Ia mengingatkan jamaah agar memahami dampak buruk kemaksiatan dan senantiasa berupaya menjaga diri melalui peningkatan iman serta pengendalian perilaku.
Selanjutnya, Ustaz Sofyan menyampaikan materi mengenai pentingnya menerapkan 29 karakter luhur sebagai bekal membentuk generasi yang berakhlak baik dan sukses dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku nyata dalam keluarga, lingkungan masyarakat, dan kehidupan berjamaah.
Sementara itu, Ustaz Qolun membahas pentingnya menjaga lingkungan jamaah agar tetap rukun, santun, dan saling menghormati. Ia menekankan penerapan karakter luhur melalui kebiasaan sederhana, seperti membudayakan senyum, salam, sapa, serta berjabat tangan ketika bertemu dengan sesama jamaah, terutama mereka yang lebih tua.
Salah seorang peserta mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Selain menambah wawasan keagamaan, pengajian bersama ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dengan jamaah dari wilayah lain.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. Selain menambah ilmu, kami juga bisa bertemu dengan saudara-saudara seiman dari kecamatan lain,” ungkapnya.

Melalui pengajian umum dan Asrama CAI ini, jamaah LDII Kecamatan Tungkal Ilir dan Betara diharapkan semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kualitas keimanan, serta membiasakan penerapan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antarjamaah dalam suasana penuh keakraban.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi