
Sarolangun (10/10). Pengurus Penggerak Pembina Generus (PPG) Sarolangun menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) di Desa Sukamaju, Kecamatan Mandi Angin Timur, Sabtu (10/10). Kegiatan yang diikuti seluruh pengurus PPG itu dibuka langsung Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Sarolangun, Hariyono.
Dalam sambutannya, Hariyono mengajak seluruh pengurus PPG bersemangat menjalankan tugas, kewajiban, dan fungsi masing-masing bidang agar pembinaan generasi penerus semakin baik ke depan.
“Kita sudah diberikan tanggung jawab sebagai pengurus. Karena itu, mari bersemangat menjalankan tugas agar pembinaan generasi penerus berhasil,” ujarnya.
Hariyono menilai musyawarah siang itu berbeda karena dilaksanakan dalam format FGD. Ia meminta seluruh peserta menyukseskan kegiatan tersebut dan menyampaikan usulan untuk dicarikan solusinya.
“Mari kita sukseskan. Usulan silakan disampaikan dan nanti kita carikan solusinya,” katanya.

Menurut dia, FGD tersebut penting karena hasilnya akan diimplementasikan dalam pembinaan generasi penerus. “Mari mencari solusi bersama,” tambahnya.
Diskusi dipimpin moderator Agung Mulia Saputra. Ia mengawali pembahasan dengan topik kenakalan remaja, meliputi merokok, penyalahgunaan narkoba, dan bentuk kenakalan lainnya.
“Dalam FGD ini, kita melihat kondisi yang terjadi di kalangan remaja. Kita akan mencari solusi yang baik bagi generasi penerus agar mereka dapat meninggalkan kenakalan remaja,” ujar Agung.
Agung menjelaskan, kenakalan remaja menjadi tantangan tersendiri karena perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat memengaruhi anak-anak.
“Perkembangan teknologi yang pesat membawa pengaruh tersendiri. Ini menjadi tantangan kita, sehingga kita perlu mencari solusi bersama,” tambahnya.
Ia kemudian mempersilakan para pengurus menyampaikan pendapat mengenai penyebab kenakalan remaja dan solusi yang diperlukan.

Pengurus PPG, Katijo, menilai kenakalan remaja biasanya terjadi akibat pergaulan dan lingkungan teman yang kurang baik.
“Biasanya kenakalan remaja diawali pergaulan yang buruk dan teman bergaul yang kurang baik. Akibatnya, remaja kita mudah terpengaruh dan akhirnya melakukan kemaksiatan,” ujar Katijo.
Sebagai solusi, Katijo mengusulkan kegiatan positif, seperti pengajian yang disertai makan bersama serta kegiatan rekreasi.
“Dengan mengadakan kegiatan positif dan dibarengi makan bersama, insya Allah anak-anak kita akan terhindar dari kemaksiatan karena mereka fokus pada kegiatan yang kita adakan,” jelasnya.
Katijo menambahkan, upaya tersebut juga memerlukan dukungan orang tua.
“Untuk masalah kenakalan remaja ini, orang tua punya peranan penting sehingga dapat mengurangi kenakalan remaja yang sudah terjadi,” tutupnya.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi