Usai Lebaran, Ratusan Santri Ponpes Tawakal Digenjot Semangat Belajarnya lewat Pembinaan Spiritual Subuh

Jambi (5/4). Seusai libur Idulfitri, suasana khas mulai kembali terasa di Masjid Tawakkal, RT 08, Kelurahan Wijaya Pura, Jambi Selatan, Ahad (5/4/2026) pagi. Lebih dari 300 santri dan warga berkumpul mengikuti kegiatan Nasihat Ba’da Subuh. Momentum ini sengaja digelar untuk membangkitkan kembali semangat belajar setelah longgarnya rutinitas selama hari raya.

Pemateri yang dihadirkan, Bro Hubungan Antar Lembaga (HAL) DPW LDII Provinsi Jambi, Ustaz Ali Musthofa, S.H., memberikan motivasi di hadapan para peserta. Dalam tausiahnya, ia menekankan pentingnya menjaga ritme ibadah dan belajar agar iman serta takwa tetap terjaga.

Ustaz Ali membeberkan lima kunci sukses bagi santri dalam menempuh pendidikan di pesantren:

1. Hobi mengaji – menjadikan belajar agama sebagai kegemaran, bukan beban.
2. Hobi mendengarkan nasihat – membuka hati terhadap bimbingan guru.
3. Bergaul dengan orang saleh – memilih lingkungan pertemanan yang positif.
4. Disiplin dan tertib – mengikuti seluruh rutinitas pesantren tanpa kecuali.
5. Rida terhadap aturan – menerima dan bersungguh-sungguh menjalankan tata tertib.

“Ilmu adalah nyawanya Islam. Dengan ilmu, iman seseorang bisa tegak. Ini hanya bisa terwujud apabila ananda sekalian menjadikan mengaji dan mendengarkan nasihat sebagai hobi,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pondok Pesantren Tawakkal Jambi.

Ia juga menyoroti fenomena santri yang masih bermalas-malasan. Menurutnya, hal itu terjadi karena aktivitas mengaji belum sampai pada taraf “hobi”. “Ngajinya hanya sekadar hadir fisik saja, sementara batinnya entah ke mana,” imbuhnya.

Mengingat lokasi Pondok Pesantren Tawakkal yang berada di tengah pemukiman warga, Ustaz Ali mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengawasan. Ia berpesan agar santri pandai memilih teman meski sudah berada di lingkungan pondok, guna menghindari pengaruh kebiasaan kurang baik dari oknum santri yang belum sepenuhnya mandiri secara niat.

Dukungan senada disampaikan oleh H. Achiyar Rosidi, S.Sy. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pihak pondok dan warga adalah kunci utama.

“Kerja sama yang baik diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya mumpuni secara keilmuan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Achiyar.

Semangat ini dirasakan langsung oleh Rifki, santri kelas 7 asal Jambi Luar Kota. Meski belum genap satu tahun menetap di pondok, ia merasa sangat nyaman dan memiliki target besar.

“Saya senang dan nyaman di sini. Insya Allah, target saya sebelum lulus SMP bisa ikut tes mubaligh,” tutur Rifki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *