Menjemput Lailatul Qadar, Warga LDII Sungai Gelam Diingatkan Jangan Bosan dalam Mendidik Anak

Muaro Jambi (13/3). Memasuki 10 hari terakhir bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh dunia semakin giat memaksimalkan ibadah. Hal yang sama tampak di Masjid Al Manshurin, Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, di mana puluhan jamaah memadati masjid untuk mengikuti tausiyah agama, Jumat (13/3) malam.

Dewan Penasehat PC LDII Kecamatan Sungai Gelam, H. Wawan Hermanto, hadir sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk merenungi makna syukur di tengah limpahan nikmat keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah.

“Kita harus bersyukur, bisa menjumpai bulan Ramadan yang tinggal hitungan hari, dengan keadaan aman dan nyaman. Bandingkan dengan saudara kita sesama muslim yang menjalani ibadah di bulan Ramadan dalam keadaan genting, was-was, dan takut karena sedang dalam keadaan perang,” ujar H. Wawan di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa nilai ibadah tidak diukur dari kuantitas semata. Allah SWT, menurutnya, adalah Dzat yang Maha Pemurah yang akan membalas sekecil apa pun amal ibadah hamba-Nya.

“Jangan merasa bangga dengan banyaknya amal yang kita kerjakan. Jangan pula merasa puas akan amal yang dikerjakan. Sebab, sebelum ajal menjemput, kita belum bisa dikatakan sukses. Bila Allah berikan predikat husnul khatimah, itulah yang dinamakan sukses sejati,” pesannya dengan nada mengingatkan.

Sesi tausiyah kemudian mengerucut pada peran keluarga, terutama orang tua, dalam membentuk generasi yang taat beribadah. H. Wawan memberikan wejangan khusus kepada para ayah dan ibu yang hadir.

“Sebagai orang tua, jangan waleh, jangan bosan mengarahkan anak-anaknya untuk tertib beribadah. Terutama salat, ajaklah anak agar tertib. Tapi ingat, bila anak sudah mulai tertib, jangan ‘juweh’,” katanya diselingi gelak tawa jamaah.

Istilah ‘juweh’ dalam bahasa Jawa yang ia sematkan berarti cerewet atau banyak omong mencari-cari kesalahan. Pesan ini menjadi pengingat lembut agar orang tua tetap bijak dalam membimbing, memberikan apresiasi, dan tidak hanya fokus pada kekurangan anak.

Kegiatan pengajian rutin ini diharapkan mampu membakar semangat jamaah di sisa-sisa Ramadan. Harapannya, seluruh warga dapat memaksimalkan ibadah di penghujung bulan penuh berkah ini, meraih ampunan, serta mendidik generasi penerus dengan penuh kesabaran dan keikhlasan tanpa henti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *