
Muaro Jambi (19/3). Suasana spiritual menyelimuti Masjid Al Manshurin di Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi pada Kamis (19/3/2026) malam. Di malam yang ke-30 Ramadan ini, jamaah justru kian mempersungguh diri dalam beribadah, mengisi detik-detik terakhir bulan suci dengan tadarus Al-Qur’an dan kajian spiritual.
Terlihat jamaah tampak berduyun-duyun ke masjid yang berada di bawah naungan PAC LDII Mingkung Jaya itu. Mereka tidak hanya datang untuk sekadar duduk bersila, namun aktif dalam halaqah atau kelompok-kelompok kecil tadarus Al-Qur’an. Suara lantunan ayat suci bergantian terdengar dari setiap kelompok, menciptakan simfoni religius yang menghangatkan malam.
Satu per satu jamaah dengan tartil melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an, seakan berusaha menuntaskan hingga akhir Juz di malam yang istimewa ini. Kekhusyukan terpancar dari wajah mereka yang larut dalam keagungan firman Allah.
Setelah tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan kajian dalil yang disampaikan oleh Ketua PC LDII Sungai Gelam, H. Fatchurrahman. Dalam kajiannya, ia mengingatkan jamaah tentang bahaya laten perbuatan zina yang tidak hanya membawa konsekuensi di dunia, namun juga siksa berat di akhirat.
“Mari kita renungkan firman Allah dalam Surat Al-Isra’ ayat 32. Mari kita fahami, Allah tidak hanya mengharamkan zina saja, tapi juga mengharamkan segala hal yang menjadi sebab-sebab seseorang terjerumus ke dalam perbuatan keji itu,” terang H. Fatchurrahman di hadapan jamaah.

Ia merincikan, “Seperti melihat aurat yang bukan muhrimnya, bersentuhan dengan lawan jenis yang tidak halal, dan yang sering kali diremehkan adalah menganggap enteng dosa-dosa kecil. Inilah yang harus kita jaga, terutama di malam-malam akhir Ramadan ini sebagai bekal kita ke depan.”
Salah seorang jamaah, Imam Syafi’i (43), mengaku sempat berada di rumah bersama keluarga untuk mempersiapkan takbiran. Namun, ia segera bergegas menuju masjid setelah mendengar pengumuman resmi dari Menteri Agama yang menetapkan bahwa 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Sabtu (21/3) besok.
“Awalnya saya sudah siap-siap di rumah untuk takbiran. Begitu dengar pengumuman dari TV kalau besok malam masih takbiran dan lusa baru Idul Fitri, saya putuskan langsung ke masjid. Sayang sekali kalau malam terakhir Ramadan ini tidak diisi dengan itikaf dan tadarus bersama,” ujar Imam.
Malam itu, Masjid Al Manshurin menjadi saksi bagaimana jamaah memaksimalkan sisa waktu Ramadan. Mereka memilih untuk terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, menjadikan malam ke-30 sebagai momentum memperkuat iman sebelum memasuki kemenangan di Hari Raya Idul Fitri.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi