LPTQ dan KUA Tabir Timur Sinergi Berantas Buta Aksara Alquran Lewat Musyawarah Rutin

Merangin (8/4). Dalam upaya meningkatkan syiar Islam sekaligus memberantas buta aksara Alquran di kalangan masyarakat, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Tabir Timur bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tabir Timur, Kabupaten Merangin, menggelar musyawarah rutin bulanan. Kegiatan berlangsung di aula kantor KUA setempat, Rabu (8/4/2026).

Musyawarah yang dikemas sebagai ajang silaturahmi ini juga bertujuan membangun ukhwah islamiyah antarpengurus, aparatur kecamatan, serta para tokoh agama. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus LPTQ, kepala KUA, camat Tabir Timur, sejumlah dewan hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), serta tokoh agama dari berbagai unsur, termasuk Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang diwakili Ustaz Warsan Nurrohim, SH.

Ketua LPTQ Kecamatan Tabir Timur, H. Syahdan, SH., menyampaikan harapan besarnya agar kegiatan rutin ini bisa menumbuhkan semangat generasi muda dalam memahami dan mendalami isi Alquran.

“Saya berharap dengan adanya agenda bulanan ini, generasi bangsa semakin bersemangat memahami dan mendalami isi Alquran. Sehingga dalam setiap langkah hidupnya, mereka selalu diterangi dengan cahaya Alquran,” ujar H. Syahdan dengan nada penuh optimisme.

Sambutan hangat datang dari Camat Tabir Timur, Raju Andala. Ia mengapresiasi langkah konkret LPTQ dan KUA yang terus berkolaborasi untuk kemajuan pendidikan Alquran di wilayahnya.

“Ini kerja luar biasa. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapan saya, sinergitas ini terus berjalan dan saling bekerja sama agar hasil yang dicapai maksimal, terutama bagi masa depan anak-anak kita di Tabir Timur,” kata Raju.

Musyawarah kali juga turut dihadiri beberapa dewan hakim MTQ kecamatan. Salah satunya, Ustaz Warsan, yang juga berperan sebagai dewan musabaqah dan juri MTQ kecamatan, mengaku kegiatan seperti ini penting untuk menjaga semangat kebersamaan antarpembina Alquran.

“Kami dari LDII sangat mendukung. Ini bentuk ukhuwah yang nyata. Saling menguatkan demi satu tujuan, yakni memberantas buta aksara Alquran,” ujar Warsan.

Menutup rangkaian musyawarah, Kepala KUA Muhammad, S.Sy., memberikan pesan tegas bahwa Alquran harus dihidupkan, khususnya di kalangan generasi penerus bangsa.

“Alquran harus kita hidup-hidupkan, terutama pada generasi penerus bangsa. Agar mereka tumbuh menjadi manusia yang berakhlak, alim, dan mandiri. Itu cita-cita kita bersama,” pesannya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Rencananya, musyawarah rutin serupa akan kembali digelar bulan depan dengan agenda evaluasi program pemberantasan buta aksara Alquran di setiap desa se-Kecamatan Tabir Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *