
Kerinci (16/3). Memasuki fase penuh kemuliaan di sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadan, warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Desa Kersik Tuo meningkatkan intensitas ibadah dengan melaksanakan i’tikaf di Masjid Baitul Makmur. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mereka untuk meraih Malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, dengan berpedoman pada program “5 Sukses Ramadan”.
Program “5 Sukses Ramadan” yang selama ini digaungkan LDII menjadi panduan utama bagi warga dalam memaksimalkan potensi keberkahan di bulan penuh ampunan ini. Kelima sukses tersebut meliputi sukses menjalankan puasa (penuh), sukses melaksanakan sholat tarawih, sukses menuntaskan tadarus Al-Qur’an hingga khatam, sukses dalam mencari Lailatul Qadar, serta sukses menunaikan zakat fitrah. Program ini dirancang untuk membentuk pribadi yang bertakwa, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Salah satu implementasi nyata dari program tersebut adalah pelaksanaan i’tikaf di masjid. Ibadah sunnah yang dilakukan dengan berdiam diri di masjid dan disertai niat ini diisi dengan berbagai amalan, seperti sholat sunnah, zikir, doa, dan membaca Al-Qur’an. I’tikaf menjadi sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan, mengingat pada momen inilah umat Islam berlomba-lomba mencari kemuliaan Lailatul Qadar.
Pengurus Masjid Baitul Makmur, Ustaz Ahmad Sobri, menjelaskan bahwa pelaksanaan i’tikaf di lingkungan LDII telah dimulai sejak malam ke-21 Ramadan dan akan berlangsung hingga akhir bulan. Rangkaian ibadah dimulai setelah sholat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan sholat Tarawih, lalu tadarus Al-Qur’an bersama hingga khatam. Setelah itu, jamaah melaksanakan i’tikaf secara mandiri hingga menjelang dini hari, dan ditutup dengan sholat Subuh berjamaah.
“Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kalangan, tidak hanya bapak-bapak, tetapi juga pemuda, remaja, bahkan anak-anak. Alhamdulillah, dengan kebersamaan ini, suasana masjid menjadi lebih hidup, ramai, dan penuh semangat ibadah,” ujar Ahmad Sobri.
Ia menambahkan bahwa semangat kebersamaan ini sengaja dijaga agar semua warga dapat merasakan atmosfer spiritual yang khas di penghujung Ramadan. Menurutnya, dengan melihat semangat generasi muda yang turut serta beri’tikaf, ada harapan besar bahwa nilai-nilai keimanan ini akan terus terpelihara.
“Suasana kebersamaan ini memang kami upayakan agar seluruh warga, dari yang muda hingga yang tua, dapat bersama-sama meraih malam penuh kemuliaan. Dengan beribadah secara berjamaah, semangat untuk berbuat kebaikan menjadi semakin meningkat, dan kami berharap semua dapat memetik berkah Malam Lailatul Qadar,” pungkasnya.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi