
Kota Jambi (29/10). Menjaga keimanan bukan sekadar tentang bagaimana seseorang memperoleh hidayah, tetapi juga bagaimana mempertahankannya hingga akhir hayat.
Pesan inilah yang disampaikan Ustaz Kevin Phillips Ramadhan saat mengisi Kajian Rutin Tausiyah Ba’da Magrib di Masjid Tawakkal, RT 08, Kelurahan Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Rabu (28/10/2026).
Kajian yang diikuti ratusan jemaah tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Ustaz Kevin, pendakwah muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) asal Kabupaten Sarolangun, mengajak jemaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat iman sekaligus menjaga petunjuk Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, ia mengangkat kisah keteguhan iman Asiyah, istri Firaun, dan Masyithah, perempuan yang dikenal dalam tradisi Islam karena keteguhannya mempertahankan keimanan di tengah tekanan penguasa.
Menurutnya, kisah tersebut menjadi pengingat bahwa hidayah merupakan anugerah yang sangat berharga dan harus dijaga dengan kesungguhan, apa pun tantangan yang dihadapi.
“Hidayah Allah adalah kenikmatan yang paling tinggi nilainya, sampai tidak bisa diukur dengan satuan apa pun yang ada di dunia. Sebab, bagi orang yang mampu mempertahankannya hingga husnul khatimah, balasannya adalah surga,” tegas Ustaz Kevin.
Ia juga mengingatkan bahwa umat Islam masa kini memiliki kesempatan untuk menjaga keimanan melalui berbagai kemudahan dalam beribadah dan menuntut ilmu agama. Karena itu, kesempatan tersebut semestinya dimanfaatkan untuk memperkuat keyakinan dan memperbaiki kualitas diri.
“Dalam kehidupan di masa kita ini, untuk mempertahankan hidayah Allah, insyaallah tidak seberat perjuangan orang-orang zaman dahulu, seperti istri Firaun dan Masyithah,” ujarnya.

Suasana kajian terasa hidup ketika Ustaz Kevin menyampaikan materi dengan gaya komunikatif dan sesekali menyelipkan ungkapan berbahasa Jawa yang mengundang tawa jemaah. Pendekatan tersebut membuat pesan keagamaan terasa lebih dekat, tanpa mengurangi substansi nasihat yang disampaikan.
Ketua Takmir Masjid Tawakkal, H. Achiyar Rosidi, S.Sy., menjelaskan bahwa kajian rutin tidak hanya bertujuan menjaga semangat beribadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan regenerasi pendakwah muda.
“Kami memberikan kesempatan kepada ustaz muda LDII, selain untuk regenerasi, juga sebagai bagian dari komitmen LDII terhadap green dakwah. Pendekatannya sederhana, ramah, dan menyejukkan, tetapi tetap mampu memotivasi jemaah agar semakin semangat beribadah,” ungkap H. Achiyar.
Menurutnya, pendekatan dakwah yang santun dan mudah dipahami menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia, termasuk generasi muda. Dengan begitu, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana membangun karakter dan memperkuat pemahaman agama.
Manfaat pendekatan tersebut turut dirasakan Zahwan, santri kelas VIII yang mengikuti kajian hingga selesai. Ia mengaku senang karena materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. “Saya sangat senang bisa mengikuti tausiyah hari ini. Bahasanya mudah dipahami,” kata Zahwan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan keagamaan yang dilakukan melalui pendekatan green dakwah, yakni penyampaian pesan Islam secara santun, menyejukkan, dan mudah diterima masyarakat.
Bagi LDII, kegiatan semacam ini juga sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat melalui delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa, khususnya bidang kebangsaan, keagamaan, dan pendidikan. (Acy)
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi