Generus LDII Muaro Jambi Jadi “Pahlawan Data” di Pelatihan SUSENAS 2026, Wujudkan Kemandirian dan Kontribusi Nyata

Muaro Jambi (15/1). Kontribusi generasi muda terhadap pembangunan bangsa diwujudkan oleh Permata Dinda Aifa, seorang generus (generasi penerus) LDII sekaligus mahasiswi Ilmu Statistik Universitas Terbuka Jambi. Ia terpilih sebagai salah satu petugas Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2026 dan kini tengah mengikuti pelatihan intensif yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Muaro Jambi di Hotel Yello, Jambi.

Pelatihan yang berlangsung dalam dua metode, daring pada 9, 12, dan 13 Januari, serta tatap muka pada 14 Januari 2026 ini, diikuti oleh seluruh petugas terpilih yang akan bertugas menyasar 11 kecamatan. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan petugas dengan pemahaman metodologi dan teknis pendataan yang akurat.

Dalam sambutannya, Kasubag Umum BPS Muaro Jambi, Ali Rozali, S.E., menekankan bahwa kualitas data yang dihasilkan petugas lapangan berpengaruh langsung pada kebijakan pemerintah. “Pelatihan ini adalah bekal sebelum turun ke lapangan. Data yang dihasilkan sangat bergantung pada kesungguhan petugas, karena hasil SUSENAS merupakan indikator penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang digunakan pemerintah untuk mengambil kebijakan pembangunan,” tegas Ali Rozali saat membuka acara.

Permata Dinda Aifa, alumni SMA Tri Sukses Boarding School Jambi yang lolos seleksi rekrutmen Mitra BPS, menyambut tugas ini dengan antusias. Baginya, ini adalah laboratorium ilmu nyata. “Ini merupakan kesempatan untuk menambah ilmu dan pengetahuan praktis sebelum terjun langsung melakukan pendataan di lapangan. Saya bersyukur bisa terlibat dalam proses nasional yang sangat penting ini,” ujar mahasiswi semester empat tersebut.

Keterlibatan generus LDII dalam kegiatan strategis nasional ini mendapat apresiasi dari pengurus LDII setempat. Mujito, salah satu pengurus harian DPD LDII Muaro Jambi yang juga peserta pelatihan, mengatakan hal ini selaras dengan program pembinaan karakter.

“Selain memiliki karakter Alim-Faqih dan Akhlakul Karimah, generus LDII dituntut untuk mandiri. Harapannya, ke depan semakin banyak generus yang berminat menambah pengalaman sebagai batu loncatan mendapatkan pekerjaan yang layak dan barokah, sehingga mereka bisa memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” jelas Mujito.

Keikutsertaan Permata Dinda dan generus muda lainnya tidak hanya menjadi bukti kemandirian, tetapi juga bentuk partisipasi aktif warga negara dalam menyediakan data yang akurat untuk perencanaan pembangunan Indonesia yang lebih baik. Pelatihan ini diharapkan mampu mencetak petugas yang kompeten dan berintegritas, siap menjadi ujung tombak keandalan data nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *