Dialog Lintas Agama dan Buka Bersama di Jambi, Merajut Harmoni di Bulan Suci

Jambi (13/3). Suasana penuh kehangatan menyelimuti Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Jambi, Kamis sore (12/3). Puluhan tokoh lintas agama, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta pemuda dan perempuan dari berbagai komunitas keagamaan duduk berdampingan. Mereka mengikuti Dialog Kerukunan Umat Beragama yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, sebagai upaya memperkuat harmoni sosial di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Kegiatan yang digagas oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jambi bersama Kemenag Jambi ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi di tengah keberagaman. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jambi, Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd., perwakilan Ketua FKUB Jambi Rahmat Nuruddin, S.Kom., Ketua Forum Perempuan Lintas Agama Prof. Elita Rahmi, M.Hum., serta Ketua Pemuda Lintas Agama H. Habibi, S.Sos.

Tidak ketinggalan, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Jambi turut ambil bagian. Organisasi kemasyarakatan yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan ini mengirimkan perwakilannya, yakni Wakil Ketua DPW LDII H. Achiyar Rosidi, S.Sy., dan Sekretaris DPW LDII Mansur, S.H.

Dalam dialog yang berlangsung interaktif itu, Kakanwil Kemenag Jambi menegaskan pentingnya langkah mitigasi konflik melalui penguatan peran FKUB hingga tingkat kecamatan. Menurutnya, pembentukan FKUB di setiap kecamatan menjadi strategi vital untuk deteksi dini terhadap potensi konflik keagamaan.

“Kita tidak harus memaksakan sesuatu yang sudah berbeda untuk menjadi sama. Justru dari perbedaan itulah kerukunan dapat terwujud,” ujar Mahbub Daryanto di hadapan para peserta.

Ia menambahkan, Kemenag Jambi tengah mendorong penguatan program “desa dan kelurahan kerukunan” sebagai basis pembangunan harmoni. Optimalisasi komunikasi publik juga dinilai penting, termasuk melibatkan para konten kreator untuk menyebarkan pesan toleransi di media sosial. Dengan 460 penyuluh agama yang tersebar, Kemenag optimistis nilai-nilai kerukunan dapat terus disosialisasikan hingga ke akar rumput.

Sementara itu, perwakilan FKUB Jambi, Rahmat Nuruddin, menyoroti pentingnya menjangkau kelompok rentan dan generasi muda. Pihaknya berkomitmen menindaklanjuti pembentukan FKUB di tingkat kecamatan serta membentuk forum lintas perempuan dari berbagai komunitas agama.

“Hukum kerukunan dan harmonisasi merupakan prinsip tertinggi dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Kami juga akan memastikan pelaku UMKM dan masyarakat miskin tetap mendapat perhatian, serta menanamkan nilai toleransi sejak dini melalui kegiatan anak-anak,” jelasnya.

Rahmat menambahkan, peningkatan literasi keagamaan menjadi perhatian serius, terutama di kalangan generasi Z dan Alpha. FKUB menargetkan kedua generasi tersebut sebagai sasaran utama sosialisasi program kerukunan, dengan melibatkan peran perempuan yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam komunitas.

Sesi dialog kian hangat saat para tokoh ormas keagamaan diberi kesempatan menanggapi. H. Habibi dari Pemuda Lintas Agama mengungkapkan fakta menarik. Berdasarkan pantauannya, konflik berlatar paham keagamaan di Jambi nyaris tidak ada. Kerawanan justru muncul dari faktor ekonomi dan kepentingan penguasa.

“Kami dari pemuda mengharapkan tunjuk ajar yang baik dari para pemuka masyarakat. Karena pemuda itu butuh teladan, bukan hanya teori,” tegas Habibi.

Senada dengan itu, Prof. Elita Rahmi menyoroti peran strategis perempuan dalam menciptakan harmonisasi. Menurutnya, perempuan adalah agen perdamaian utama dalam keluarga dan komunitas. “Perempuan punya pengaruh besar dalam mentransfer nilai-nilai toleransi kepada anak-anak dan lingkungan sekitarnya,” ucap akademisi tersebut.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPW LDII Jambi, H. Achiyar Rosidi, menyambut baik inisiatif dialog lintas iman ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi kebutuhan mendesak di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

“LDII berkomitmen penuh mendukung program-program kerukunan. Kami senantiasa mengajak seluruh warga LDII untuk aktif membangun dialog dan kolaborasi dengan semua elemen masyarakat. Kerukunan itu harus dirawat setiap hari, bukan hanya saat bulan puasa,” ujar Achiyar dengan nada bersemangat.

Ia menambahkan, kehadiran LDII dalam forum seperti ini merupakan wujud nyata implementasi delapan bidang program LDII, di mana kerukunan internal dan eksternal menjadi prioritas. “Kami ingin berkontribusi positif bagi Jambi yang aman, damai, dan sejahtera,” imbuhnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang berlangsung khidmat. Saling berjabat tangan dan berbagi takjil antar peserta dari berbagai latar belakang agama menjadi pemandangan yang mengharukan. Semua duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, tanpa sekat mayoritas dan minoritas.

Melalui dialog dan kolaborasi lintas iman ini, seluruh elemen yang hadir sepakat bahwa kerukunan umat beragama di Jambi harus terus diperkuat. Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan mozaik indah yang membentuk wajah harmonis Provinsi Jambi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *