
Kota Jambi (21/2). Suasana penuh keceriaan mewarnai Masjid Al Manshurin Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Sabtu (21/2) sore. Puluhan anak usia PAUD hingga kelas 6 SD yang tergabung dalam Generus Cabe Rawit PAC LDII setempat mengikuti acara pengajian dan buka puasa bersama. Mereka datang dengan pakaian rapi dan senyum semringah, siap menimba ilmu agama sambil menunggu waktu berbuka.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.30 WIB hingga ba’da Magrib ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama. Setelah itu, anak-anak diajak menyimak tausiyah ringan yang dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh usia mereka.
Ustaz Hadi Widiyanto, Dewan Penasihat PC LDII Kecamatan Telanaipura, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk memperkenalkan nilai-nilai Ramadan kepada generasi penerus sejak dini.
“Tujuan utamanya adalah mengenalkan 5 Sukses Ramadan dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari pada generus kita. Anak-anak itu ibarat kertas putih, maka sejak kecil harus kita isi dengan pemahaman yang benar tentang ibadah puasa dan bagaimana berperilaku baik kepada sesama,” ujarnya di sela-sela acara.
Ia menambahkan, 5 Sukses Ramadan yang dimaksud meliputi sukses puasa, sukses tadarus Al-Qur’an, sukses sholat malam, sukses meraih lailatul qadar, dan sukses menunaikan zakat fitrah. “Kami ingin anak-anak tidak hanya menjalankan puasa sebagai rutinitas, tetapi memahami makna dan tujuan di baliknya,” imbuh Ustaz Widi.

Sementara itu, koordinator guru TPQ, Ustaz Zainal Nuradin yang turut hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya menanamkan kewajiban puasa sejak usia dini. Menurutnya, pembiasaan sejak kecil akan membentuk karakter kuat saat mereka dewasa kelak.
“Kegiatan ini bertujuan agar tertanam kewajiban puasa Ramadan pada generasi penerus. Kami berharap mereka bisa menjadi generasi yang memiliki 29 karakter luhur, seperti jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan santun. Dengan adanya kegiatan seperti ini, anak-anak juga bisa lebih akrab dengan sesama teman mengajinya, sehingga tumbuh rasa persaudaraan sejak dini,” paparnya.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian para generus adalah pemutaran video simulasi tentang praktik bertata krama. Dalam tayangan tersebut, anak-anak diperlihatkan contoh-contoh nyata tentang hal-hal yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan orang tua, guru, serta adab-adab saat makan. Mereka tampak antusias menyimak, sesekali tertawa melihat tingkah lucu para tokoh dalam video, namun tetap fokus menangkap pesan yang disampaikan.
“Videonya seru, aku jadi tahu kalau mau makan harus baca doa dulu, pakai tangan kanan, dan tidak boleh berbicara kalau masih ada makanan di mulut,” ujar Asep, salah satu peserta dengan polos.
Setelah sesi materi dan simulasi, acara dilanjutkan dengan persiapan buka puasa bersama. Anak-anak dengan riang menyantap takjil sederhana yang telah disediakan, kemudian melaksanakan sholat Magrib berjamaah. Suasana khidmat terasa saat mereka bersimpuh menghadap Sang Pencipta, memanjatkan doa di hari pertama Ramadan.
Ketua panitia kegiatan, Fauzan, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme anak-anak dan dukungan orang tua. “Kami sengaja mengemas acara ini dengan suasana ceria dan santai, tapi tetap bermuatan edukasi. Alhamdulillah, anak-anak senang dan orang tua juga mendukung penuh. Semoga kegiatan positif seperti ini bisa terus berlanjut di masa-masa mendatang,” tutupnya.
Dengan adanya pembinaan sejak dini seperti ini, diharapkan generasi penerus LDII di Kelurahan Pematang Sulur tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, dan siap menyambut Ramadan dengan penuh sukacita.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi