Bukan Sekadar Pisah Sambut, Siswa SMPN 41 Merangin Dibekali Ilmu Bicara Agar Tak Gentar Tampil di Depan Umum

Merangin (17/5). Suasana berbeda terasa di penghujung acara pelepasan siswa kelas 3 SMP Negeri 41 Merangin. Tak hanya diisi dengan haru dan pesan perpisahan, para siswa justru mendapatkan bekal khusus yang jarang mereka dapatkan di bangku sekolah, yakni pelatihan public speaking.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (13/5/2026) itu merupakan hasil kerja sama antara pihak sekolah dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tabir Timur. Bertempat di Aula SMPN 41 Merangin, pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung sekitar satu jam, tepatnya hingga pukul 10.00 WIB.

Kepala SMPN 41 Merangin, Edwin Roni, S.Pd, menginisiasi kegiatan ini karena prihatin melihat masih banyak siswa yang gugup saat harus berbicara di depan umum, terutama saat memasuki dunia baru setelah lulus nanti.

“Saya melihat anak-anak kita ini pinter secara akademis, tapi seringkali kurang percaya diri saat diminta bicara. Padahal, setelah lulus nanti, mereka akan ketemu banyak orang. Maka saya ajak KUA untuk sama-sama membekali mereka,” ujar Edwin saat ditemui usai acara.

Sebagai pemateri tunggal, KUA Tabir Timur menurunkan Ustaz Warsan Nurrohim, S.H., yang juga dikenal sebagai tokoh LDII Tabir Timur. Dengan gaya bicara yang lugas dan tegas, namun tetap mudah dicerna, Warsan menjelaskan bahwa public speaking bukan sekadar keberanian bicara.

“Publik speaking itu bukan hanya soal pinter ngomong di depan orang. Semua kegiatan, semua profesi, mulai dari pedagang sampai manajer, butuh kecakapan berbicara. Maka hari ini saya ajarkan dasar-dasarnya agar adik-adik tidak ragu lagi,” jelas Warsan di hadapan para siswa.

Warsan pun berharap, dengan bekal ilmu komunikasi ini, akan lahir generasi baru yang lebih bijak dalam memilih kata, santun dalam menyampaikan pendapat, serta percaya diri tanpa berlebihan.

“Bicara itu mudah, tapi bicara yang baik dan tidak menyakiti orang lain itu butuh latihan. Saya harap anak-anak semua mulai sekarang berani mencoba,” tambahnya.

Suasana pelatihan berlangsung khidmat tetapi tidak kaku. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi dan contoh simulasi yang diberikan. Setelah pemaparan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang cukup hidup. Beberapa siswa bahkan berani maju untuk mencoba berbicara singkat di depan teman-temannya.

Kegiatan yang berjalan lancar itu kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Supriyono. Setelah itu, acara berlanjut dengan ramah tamah antara siswa, guru, dan perwakilan KUA. Salah satu siswa kelas 3, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan tersebut.

“Selama ini kalau disuruh bicara di depan saya selalu gemetar. Tadi dapat tips sederhana dari Ustaz Warsan, rasanya jadi sedikit lebih percaya diri. Semoga nanti kalau sudah lulus bisa saya praktikkan,” ujarnya dengan polos.

Dengan adanya kegiatan ini, pelepasan kelas 3 SMPN 41 Merangin tak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga titik awal bagi para siswa untuk melangkah lebih percaya diri ke jenjang berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *