Hidupkan Malam ke-29 Ramadhan, PAC LDII Sungai Jambat Ajak Umat Jauhi Dosa Besar Riba

Tanjung Jabung Timur (18/3). Memasuki penghujung bulan suci Ramadhan 1447 H, semangat ibadah warga Desa Sungai Jambat tidak menyurut. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Desa Sungai Jambat menggelar pengajian rutin sekaligus i’tikaf pada malam ke-29 Ramadhan di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Sabtu (18/3/2026).

Acara yang dimulai pukul 20.30 WIB selepas shalat Tarawih berjamaah ini fokus pada penguatan pemahaman agama, khususnya mengenai bahaya dosa-dosa besar.

Dalam sesi penyampaian materi Hadits Khotbah, Ustadz Ihwan Abdillah menekankan pentingnya menjaga kesucian harta. Ia melanjutkan pembahasan mengenai larangan riba yang dapat menghapuskan keberkahan dalam kehidupan ekonomi keluarga.

“Riba bukan sekadar pelanggaran hukum agama, tetapi juga penghancur keberkahan harta. Sekecil apa pun harta yang kita miliki, jika didapat dengan cara yang benar, maka akan membawa ketenangan,” ujar Ustadz Ihwan.

Senada dengan hal tersebut, Ustadz Zaki turut memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi akhirat bagi pelaku dosa besar. Ia memaparkan gambaran sanksi di neraka sebagai pengingat agar jemaah senantiasa waspada dan menjauhi praktik-praktik yang dilarang agama dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan jamaah, tokoh masyarakat, serta Ketua PC LDII Sungai Jambat, Mukhtar Fiddin. Kehadiran Kepala Dusun (Kadus) 2 Sungai Jambat, Bapak Abdul Rahim, memberikan warna tersendiri dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Abdul Rahim memberikan apresiasi tinggi kepada PAC LDII Sungai Jambat atas konsistensinya membina umat hingga akhir Ramadhan.

“Pengajian malam ke-29 ini adalah momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat hubungan harmonis antara warga dan pemerintah,” tutur Abdul Rahim.

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Masjid Nurul Huda hingga acara usai. PAC LDII Sungai Jambat berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi pilar memperkokoh persatuan dan kesatuan umat di wilayah Kecamatan Sadu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *