Ramadhan di Masjid Thoriqul Jannah, LDII Tanjung Sari Kobarkan Semangat Kebersamaan

Kota Jambi (1/3). Suasana penuh kehangatan menyelimuti Masjid Thoriqul Jannah yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Jambi Timur, pada Minggu (1/3) sore. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tanjung Sari menggelar acara buka puasa bersama yang dihadiri oleh puluhan warga dan pengurus setempat. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan memupuk rasa kebersamaan antar sesama, terutama di bulan suci Ramadhan.

Terlihat warga tampak berbondong-bondong datang sejak sore hari. Mereka duduk bersila di atas karpet masjid, menanti azan Magrib berkumandang sambil mendengarkan tausiah ringan. Hidangan berbuka sederhana berupa takjil dan makanan ringan telah disiapkan oleh panitia, menambah semarak kebersamaan yang terjalin erat.

Tokoh LDII Tanjung Sari, H. Abdur Rohman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud dari komitmen warga LDII dalam menjaga persaudaraan. Ia berharap momen Ramadhan dapat menjadi pemantik untuk terus hidup rukun.

“Kami menggelar buka puasa bersama ini dengan tujuan utama untuk meningkatkan kebersamaan. Harapan saya tentu warga semakin rukun dan kompak, tidak hanya di masjid, tetapi juga dalam kehidupan bertetangga sehari-hari. Mari kita jadikan bulan penuh berkah ini sebagai ajang untuk saling memaafkan dan memperkuat ikatan batin,” ujar H. Abdur Rohman kepada awak media.

Acara yang berlangsung hingga waktu berbuka tiba itu mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satu tokoh masyarakat yang hadir, H. Suparlan, mengapresiasi inisiatif PAC LDII Tanjung Sari yang konsisten menggelar kegiatan positif di bulan Ramadhan. Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan yang ditunjukkan dalam acara tersebut harus dirawat dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk memupuk nilai-nilai kebersamaan. Harapan saya, semangat ini selalu dijaga dan diimplementasikan di berbagai bidang. Misalnya dalam gotong royong membantu warga yang kesulitan, dan tentu saja dalam kegiatan keagamaan seperti berbuka puasa bersama ini. Ini adalah modal sosial kita untuk hidup lebih harmonis,” ungkap H. Suparlan.

Buka puasa bersama ditandai dengan dentuman azan Magrib. Semua yang hadir kompak menyantap hidangan yang telah didoakan bersama. Suasana akrab terlihat ketika warga saling menyendokkan makanan ke piring tetangga sebelah, sebuah simbol bahwa perbedaan adalah rahmat dan kebersamaan adalah kunci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *